Luwu Timur, Luwurayapos.com – Rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional se-Loeha Raya yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Tokalimbo pada Kamis (12/02/2026) terpaksa dibubarkan oleh Ali Kamri dan anggota APL (Asosiasi Petani Lada) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berkendara (Safety Riding) dan pertolongan pertama pada kecelakaan ini dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk siswa-siswi SMAN 14 Luwu Timur, perwakilan siswa Palang Merah Remaja SMPN 2 Towuti, serta sejumlah perwakilan dari instansi terkait seperti UPT Puskesmas Bantilang, pemerintah Desa Bantilang, Tokalimbo, Rante Angin, Loeha, Polsek Towuti, dan Koramil 1403-16/Nuha.
Namun, kegiatan yang seharusnya berlangsung hingga sore hari ini dibubarkan oleh APL yang dipimpin oleh Ali Kamri, Hamsing/Pak Galang, Yahya Muchtar Ibrahim, Aswan Tahir/Pak Rama, Muh. Risal, dan Waras/Pak Andin bersama lebih dari 30 anggota lainnya.
Pembubaran ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya kegiatan ini dalam rangka mendukung peningkatan keselamatan berlalu lintas dan pengetahuan tentang penanganan kecelakaan.
Sekretaris Desa Tokalimbo kepada Luwurayapos 13/2/2026 memberikan tanggapan terkait pembubaran tersebut.
“Kami sangat menyayangkan pembubaran kegiatan ini, karena acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda di desa kami. Kami berharap ke depannya kegiatan semacam ini bisa terus diselenggarakan dengan koordinasi yang lebih baik agar tidak terjadi kejadian serupa,” ujar Sekdes
Meskipun kegiatan tersebut telah berjalan dengan lancar hingga pembubaran, upaya tersebut menjadi kontroversial. Tidak ada informasi resmi dari pihak APL mengenai alasan dibubarkannya acara tersebut.
Kegiatan ini sebelumnya mendapat sambutan positif dari para peserta yang menganggapnya bermanfaat untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
Warga setempat dan peserta berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih terkoordinasi dan aman.
Pemerintah Desa Tokalimbo, diwakili oleh Sekdes dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), turut hadir dalam acara ini dan berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan masyarakat.
Musdiana/LRP














