banner 720x90

Petani Lagego Kecewa, TBS Ditolak PTPN IV Burau

Luwu Timur, Luwurayapos.com — Kekecewaan dan kemarahan dirasakan masyarakat Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur terhadap keberadaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Distrik Burau.

Perusahaan perkebunan milik negara tersebut dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani sawit rakyat.

Pada Senin (9/3/2026), sejumlah petani dari Desa Lagego mendatangi pabrik PTPN IV Distrik Burau untuk menjual hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mereka. Namun harapan tersebut pupus setelah beberapa kendaraan pengangkut sawit milik warga tidak diperbolehkan masuk ke area pabrik.

Terpantau sedikitnya tiga mobil pengangkut sawit milik petani Lagego ditolak saat hendak menjual hasil panennya. Padahal, buah sawit tersebut baru saja dipanen dari kebun milik warga.

Penolakan tersebut membuat para petani berada dalam posisi sulit. Buah sawit yang tidak segera diolah berpotensi mengalami penurunan kualitas, sehingga petani terancam mengalami kerugian. Sebagian petani bahkan terpaksa mencari pembeli lain dengan harga yang jauh lebih rendah.

Salah seorang warga Desa Lagego kepada Luwurayapos 9/3/2026 mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat sekitar.

“Selama ini yang kami rasakan hanya bau limbah dari pabrik setiap hari. Ketika kami ingin menjual buah sawit dari kebun kami sendiri, justru tidak diterima. Kalau seperti ini, apa sebenarnya manfaat perusahaan ini bagi masyarakat sekitar?” ujarnya dengan nada kesal.

Sejumlah tokoh masyarakat juga menilai sikap perusahaan tersebut menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap petani kecil di sekitar wilayah operasionalnya. Mereka berharap perusahaan negara dapat lebih memperhatikan kepentingan masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas perkebunan.

Keresahan masyarakat Desa Lagego kini semakin meluas. Warga berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, karena jika kondisi seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan ketegangan antara masyarakat dan pihak perusahaan akan

Musdiana/LRP

banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90

You cannot copy content of this page