Luwu Timur, Luwurayapos.com – Ketegangan mewarnai dimulainya proyek strategis nasional (PSN) kawasan industri di Lampia, Kecamatan Malili, Rabu (29/4/2026).
Sejumlah petani terlibat aksi dorong dengan aparat saat alat berat hendak masuk melakukan land clearing, menyusul protes warga yang menolak pembukaan lahan tanpa kejelasan nasib mereka.
Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan kawasan industri di Kabupaten Luwu Timur resmi mulai berjalan, ditandai dengan dimulainya kegiatan pembersihan lahan di wilayah Lampia, Desa Harapan.
Kegiatan ini mendapat pengamanan dari aparat gabungan Satpol-PP, TNI, dan Polri guna memastikan proses berjalan aman dan tertib. Dua unit alat berat jenis excavator dikerahkan untuk membuka lahan seluas kurang lebih 394,5 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dari pantauan Tim Liputan Luwurayapos di lapangan, situasi sempat memanas ketika sejumlah warga melakukan protes dan memasang palang di area yang akan dibersihkan. Aksi saling dorong antara petani dan aparat Satpol-PP pun tidak terhindarkan.
Dari suara yang terdengar di lokasi, para petani menyampaikan keberatan mereka terhadap aktivitas tersebut. Mereka mengaku khawatir kehilangan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan.
“Ini lahan kami, tempat kami mencari makan. Kami hanya minta kejelasan dan solusi sebelum lahan dibersihkan,” ujar salah satu petani
Meski sempat memanas, aparat keamanan dengan pendekatan persuasif berhasil meredam situasi. Sekitar pukul -+ 11.00 WITA, alat berat akhirnya mulai beroperasi dan proses pembersihan lahan pun berjalan relatif kondusif.
Diketahui, lahan yang digunakan merupakan kompensasi pengganti kawasan hutan yang sebelumnya dipakai untuk pembangunan PLTA Karebbe oleh PT Inco Tbk (kini PT Vale Indonesia). Penyerahan lahan tersebut telah dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) sejak tahun 2006.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri oleh PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) yang diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Timur.
Musdiana/LRP














