Luwu Timur, Luwurayapos.com — Upaya mencari solusi atas persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Desa Wonorejo Timur terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sarasehan, forum diskusi santai namun fokus yang digagas oleh Mas Carik Alas Wetan (Sekretaris Desa Wonorejo Timur),
Sarasehan keenam ini digelar di rumah Bapak Yahmo, Kepala Dusun Sido Rejo, pada Minggu malam (26/10/2025) dan berlangsung dari pukul 20.30 hingga 23.00 Wita. Sejumlah tokoh pemerhati desa turut hadir, termasuk Ketua BPD Wonorejo Timur, Bapak Basuki Rahmat. Sementara Kepala Desa Wonorejo dan Ketua BPD Desa Maleku berhalangan hadir karena agenda lain.

Dalam forum tersebut, Mas Carik memandu jalannya diskusi mulai dari pemaparan latar belakang, analisis masalah hingga analisis risiko banjir yang sering terjadi di wilayah desa. Peserta sarasehan kemudian aktif memberikan pandangan, gagasan, serta solusi secara bergantian dalam suasana penuh keakraban dan saling menghormati.
Kehangatan forum semakin terasa dengan suguhan kopi hangat dan makanan ringan yang disiapkan oleh tuan rumah. Canda tawa dan humor ringan turut mewarnai jalannya sarasehan tanpa mengurangi fokus pembahasan utama.
Hasil pertemuan tersebut menghasilkan tiga rekomendasi solusi — jangka pendek, menengah, dan panjang — yang akan ditindaklanjuti bersama pemerintah desa dan masyarakat:
- Jangka Pendek: Gotong royong membersihkan endapan di saluran drainase sepanjang jalan Trans Sulawesi. Kegiatan ini dijadwalkan pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 07.00–08.30 Wita.
- Jangka Menengah: Normalisasi Sungai Magege, termasuk pembersihan lubang sipon yang tersumbat di bangunan pelimpah Dusun Sido Tepung.
- Jangka Panjang: Kerja sama lintas desa antara Wonorejo Timur, Wonorejo, dan Maleku untuk menyusun proposal rehabilitasi sarana prasarana jalan raya, pembuatan sudetan Maleku, serta perluasan kokor Kali Magege.
Melalui sarasehan ini, Mas Carik Alas Wetan (Sekdes Wonorejo Timur) berharap hasil diskusi dapat menjadi langkah nyata menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait masalah banjir yang selama ini disampaikan kepada pemerintah desa.
(Musdiana/LRP)














