banner 720x90

Pemkab Luwu Timur Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Media Partner: Bahas Kode Etik, Media Sosial, dan Hoaks

Makassar, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan kapasitas para jurnalis yang menjadi mitra informasi pemerintah daerah. Melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi Jurnalis Media Partner Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, para peserta mendapatkan pembekalan penting tentang “Kode Etik Jurnalistik, Media Sosial, dan Hoaks”, yang disampaikan oleh Muhammad Arsan Fitri, praktisi komunikasi dan jurnalis senior. 11/11/2025

Kegiatan ini merupakan materi kedua dalam rangkaian pelatihan penguatan kompetensi jurnalis mitra Pemkab Luwu Timur. Dalam sesi tersebut, Muhammad Arsan Fitri menegaskan bahwa di era digital saat ini, kecepatan penyebaran informasi tidak boleh mengalahkan prinsip dasar jurnalisme yang berlandaskan etika, kebenaran, dan tanggung jawab sosial.

“Kecepatan memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah kebenaran dan tanggung jawab. Kode etik jurnalistik harus menjadi kompas moral bagi setiap jurnalis, termasuk mereka yang bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Muhammad Arsan Fitri dalam paparannya.

Dalam pemaparannya, Arsan menjelaskan bahwa media sosial kini menjadi ruang baru bagi jurnalis untuk menyebarkan informasi, berinteraksi dengan publik, sekaligus membangun reputasi media. Namun, ia menekankan pentingnya verifikasi fakta dan pengendalian diri agar media sosial tidak menjadi sumber penyebaran berita yang belum teruji kebenarannya.

“Media sosial bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi jurnalis, asalkan digunakan dengan bijak dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik. Jangan sampai demi viralitas, kita mengorbankan akurasi dan integritas,” tambahnya.

Isu hoaks dan disinformasi juga menjadi sorotan utama dalam materi ini. Arsan mengingatkan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah penyebaran berita palsu yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah.

“Jurnalis harus menjadi garda depan dalam melawan hoaks. Caranya dengan melakukan verifikasi, menjaga keseimbangan berita, dan tidak menjadi corong kepentingan tertentu,” tegasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para jurnalis peserta aktif berbagi pengalaman seputar tantangan peliputan dan penggunaan media sosial dalam konteks kerja sama dengan pemerintah daerah

Program Pengembangan Kompetensi Jurnalis Media Partner Pemerintah Kabupaten Luwu Timur merupakan inisiatif Pemkab melalui Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan bagi insan pers lokal yang menjadi mitra dalam penyebaran informasi pembangunan daerah. Materi pelatihan meliputi peningkatan kemampuan jurnalistik, pemahaman kode etik, literasi digital, serta penanggulangan berita bohong (hoaks).

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page