Makassar, Luwurayapos.com – Pemateri Abdul Rahman, praktisi media dan pemerhati komunikasi digital, menjadi narasumber pada materi keempat kegiatan Pengembangan Kompetensi Jurnalis Media Partner Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Selasa (11/11/2025).
Dalam paparannya bertajuk “Publikasi Berita di Era Platform Digital”, Abdul Rahman mengajak para jurnalis untuk beradaptasi dengan perubahan ekosistem media, tanpa kehilangan nilai dasar jurnalisme: kebenaran, akurasi, dan tanggung jawab.
“Dunia media sekarang berubah cepat. Platform digital telah menggeser cara orang mengonsumsi berita. Karena itu, jurnalis harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan integritas,” tegas Abdul Rahman di hadapan peserta pelatihan.
Menurut Abdul Rahman, saat ini publik tidak lagi hanya membaca berita di media cetak atau portal daring, tetapi juga melalui berbagai platform digital seperti media sosial, agregator berita, hingga video pendek.
Hal ini menuntut jurnalis untuk tidak hanya menulis dengan baik, tetapi juga memahami karakter tiap platform agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.
“Setiap platform punya bahasa sendiri. Di website, berita bisa lengkap dan analitis. Di Instagram, kekuatan ada pada visual dan caption. Di TikTok, kita bicara lewat video singkat. Tapi di mana pun, fondasinya tetap sama: berita harus benar dan terverifikasi,” jelasnya.
Abdul Rahman menekankan bahwa kemampuan jurnalis bukan hanya menulis berita, melainkan juga mengelola penyajian konten agar tetap relevan dengan kebiasaan digital masyarakat saat ini.
“Jurnalis masa kini harus berpikir sebagai content creator yang beretika. Bukan hanya membuat konten viral, tapi memastikan informasi yang disebarkan bermanfaat dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam sesi interaktifnya, Abdul Rahman juga menyoroti risiko penyebaran hoaks dan disinformasi di media digital.
Ia mengingatkan bahwa kecepatan publikasi tidak boleh mengorbankan kebenaran dan keakuratan berita.
“Teknologi memang mempercepat penyebaran informasi, tapi bukan berarti jurnalis boleh terburu-buru. Verifikasi tetap nomor satu. Jangan biarkan teknologi mengalahkan etika,” tegasnya.
Menurutnya, jurnalis berperan penting sebagai penjaga kepercayaan publik di tengah banjir informasi. Karena itu, kemampuan literasi digital dan kesadaran etis menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan platform modern.
Sebagai penutup, Abdul Rahman mengajak jurnalis mitra Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk menjadikan platform digital sebagai ruang publik yang sehat dan edukatif.
Ia menekankan pentingnya peran media partner dalam menyampaikan keberhasilan pembangunan daerah dengan cara yang lebih kreatif, inklusif, dan berbasis data.
“Publikasi berita pemerintah jangan hanya bersifat seremonial. Gunakan platform digital untuk menghadirkan cerita tentang perubahan, dampak, dan nilai yang dirasakan masyarakat. Itulah bentuk jurnalisme pembangunan di era digital,” tuturnya.
Abdul Rahman juga menambahkan bahwa ke depan, jurnalis perlu terus belajar, bereksperimen, dan berkolaborasi agar tidak tertinggal oleh dinamika dunia digital.
“Teknologi boleh berubah, tapi semangat jurnalisme harus tetap hidup — menyampaikan kebenaran, menjaga akal sehat publik, dan menghadirkan makna di setiap berita,” pungkasnya.
Musdiana/LRP














