banner 720x90

Bawaslu Luwu Timur Peringati HUT ke-18 dengan Penegasan Komitmen Pengawasan Demokrasi

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 di Kantor Bawaslu Luwu Timur, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan lembaga dalam mengawal demokrasi, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

Peringatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Sulkifli, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib, serta Kepala Sekretariat Lenny Thalib bersama jajaran staf.

Turut hadir pula komisioner Bawaslu periode sebelumnya, Rachman Atja dan Zaenal Arifin, serta Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur Irfan Lahabu.

Dalam kegiatan tersebut, para pimpinan menyampaikan refleksi perjalanan Bawaslu dari masa ke masa, sekaligus menyoroti berbagai dinamika dan tantangan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi yang kuat harus dimulai sebelum tahapan pemilu dilaksanakan. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen, termasuk partai politik, pemerintah daerah, dan penyelenggara pemilu menjadi kunci utama.

“Sesungguhnya konsolidasi demokrasi yang paling substantif hanya bisa dilakukan sebelum pemilu itu dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas pemilih dalam menentukan arah demokrasi. Menurutnya, kecakapan pemilih akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pemimpin yang terpilih.

“Jika pemilih kita tidak memiliki kemampuan dan kecakapan, maka pengisian jabatan eksekutif dan legislatif akan menjadi rapuh,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Sulkifli, menyebut peringatan HUT ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi demokrasi.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengonsolidasikan demokrasi sekaligus merefleksikan perjalanan Bawaslu yang penuh dengan catatan penting dalam pengawasan pemilu,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa Bawaslu menghadapi berbagai dinamika, baik internal maupun eksternal, serta tantangan ke depan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Sukmawati Suaib, menilai perjalanan 18 tahun Bawaslu turut diwarnai berbagai dinamika dalam penindakan pelanggaran pemilu di semua tingkatan.

“Selama 18 tahun pengabdian, tentu banyak dinamika yang dihadapi dalam proses penindakan pelanggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Bawaslu terus melakukan pembenahan kelembagaan serta menghadirkan berbagai inovasi dalam menjalankan tugas pengawasan dan penegakan hukum pemilu.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar Bawaslu dapat terus menjaga marwahnya sebagai lembaga pengawas pemilu,” tutup Sukmawati.

Musdiana/LRP

banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90

You cannot copy content of this page