banner 720x90

45 Rumah Terdampak Banjir di Baruga, BPBD Dorong Pencegahan di Hulu Sungai

Luwu Timur, Luwurayapos.com — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Malili sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (12/4/2026) menyebabkan banjir di Desa Baruga.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, setelah hujan lebat yang berlangsung sejak pukul 21.00 WITA hingga pagi hari. Luapan Sungai Baruga yang disertai lumpur menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 cm.

Sedikitnya 45 rumah warga dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berat.

“Alhamdulillah, kejadian banjir di Desa Baruga, Kecamatan Malili tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak ada kerusakan rumah yang serius, walaupun ada rumah yang terendam,” ujar Kalaksa BPBD Luwu Timur dr. H. April, M.Kes

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan, yakni pasang air Sungai Malili dan tingginya curah hujan di wilayah hulu maupun hilir.

“Faktor terjadinya banjir di Dusun Samudera Desa Baruga ini karena adanya arus air pasang dari Sungai Malili yang masuk dan menggenangi saluran serta drainase yang sejajar dengan permukaan air sungai, ditambah hujan deras dengan durasi lama di hulu dan hilir DAS Sungai Langaru,” jelasnya.

Pertemuan antara air pasang dan aliran air hujan menyebabkan genangan air menjadi stagnan atau banjir rob, hingga akhirnya meluap dan merendam rumah warga.

“Air mulai surut seiring dengan surutnya air pasang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala BPBD mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang yang bisa terjadi sewaktu-waktu jika faktor pemicunya tidak dikendalikan.

“Yang perlu kita waspadai dan cegah adalah banjir bandang, yaitu arus air hujan bercampur lumpur dan material dari ketinggian hulu yang bisa saja terjadi apabila tidak ada upaya pencegahan,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu langkah penting adalah mencegah pembukaan lahan secara masif di daerah aliran sungai (DAS), khususnya di hulu Sungai Langaru yang sangat rentan memicu bencana saat hujan deras.

Selain itu, ia juga menekankan perlunya penguatan sistem drainase dan saluran air di kawasan permukiman.

“Perlu penguatan saluran terbuka hingga ke sungai agar tidak menyempit dan dangkal, serta tetap menjaga area resapan air di lingkungan warga,” lanjutnya.

Untuk penanganan teknis, BPBD Luwu Timur telah berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Untuk pembenahan drainase, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan,” ungkapnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya banjir.

“Yang tidak kalah penting adalah partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga normalisasi sungai dan kelancaran drainase,” tutupnya.

Secara geografis, Desa Baruga memang memiliki kerentanan terhadap banjir, khususnya di wilayah dataran rendah.

Desa ini terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Lagaroang yang berada di dataran lebih tinggi hingga perbukitan, serta Dusun Langaru dan Dusun Samudera yang berada di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Sungai Malili.

BPBD Luwu Timur bersama tim gabungan dari berbagai OPD telah siaga sejak awal melalui posko Crisis Center yang beroperasi selama 24 jam. Unsur yang terlibat dalam penanganan ini antara lain BPBD, Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, Tagana Dinas Sosial, serta PSC 119 Dinas Kesehatan.

Hingga saat ini, pendataan terkait kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Musdiana/LRP

banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90

You cannot copy content of this page