banner 720x90

Mahasiswa KKN-T UMPalopo Ubah Sampah Plastik di Desa Lagego Menjadi Paving Block Bernilai Ekonomi

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Masalah sampah plastik yang selama ini menjadi “bendera hitam” bagi Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, mulai menemukan titik terang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) berhasil menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi paving block yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 April 2026 ini dihadiri oleh puluhan warga, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta dua narasumber ahli. Pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama dua bulan, mulai 1 April hingga 1 Juni 2026.

Mahdur Syahputra bertindak selaku Koordinator Desa untuk kegiatan KKN-T di Desa Lagego.

Dua Narasumber Ahli

Narasumber pengantar, Ir. H. Wahyu Hidayat, S.T, M.S.I, IAP, IPP, yang juga Dosen Pendamping Lapangan (DPL) sekaligus dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Sains dan Teknologi UMPalopo, menyampaikan materi tentang implementasi pengolahan limbah terpadu dan inovasi kampung sayur terintegrasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, narasumber inti, Ir. Abdul Malik Saleh, ST, Direktur Yayasan Bumi Sawerigading Palopo, secara langsung mendemonstrasikan proses pengolahan sampah plastik menjadi paving block. Mulai dari pencacahan, pencampuran dengan pasir, peleburan, pencetakan, hingga menjadi paving block siap pakai.

Koordinator Desa, Mahdur Syahputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang produktif.
“Ini bukan sekadar edukasi, tapi solusi langsung yang bisa diterapkan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Badan Desa Lagego, Hading, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Lagego, Akbar Huzair, S.E, menegaskan dukungan penuh terhadap program mahasiswa KKN-T.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadikan Desa Lagego lebih mandiri dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti jalannya demonstrasi, terutama saat melihat langsung bahwa sampah plastik yang selama ini dibakar atau dibuang begitu saja ternyata dapat diolah menjadi produk yang kokoh dan memiliki nilai jual. Paving block dari plastik ini bahkan disebut lebih ringan dan lebih tahan air dibandingkan paving block konvensional.

Workshop ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page