banner 720x90

Lagi-Lagi PTPN IV Regional 2 PKS Luwu Tolak Buah Plasma, Masyarakat Burau, Luwu Timur hingga Luwu Utara Menjerit

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Kemarahan dan kekecewaan masyarakat kembali memuncak setelah PTPN IV Regional 2 unit PKS Luwu kembali tidak menerima buah plasma milik masyarakat dari Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur hingga sebagian wilayah Luwu Utara.

Persoalan ini dinilai terus berulang tanpa solusi jelas, sementara petani kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Alasan klasik berupa penuhnya tangki timbun CPO dan tingginya restan TBS kembali disampaikan perusahaan. Namun bagi masyarakat, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kesiapan dan manajemen perusahaan dalam mengantisipasi produksi sawit yang terus berjalan setiap hari.

Petani mengaku kecewa karena buah sawit yang telah dipanen dengan biaya besar kini terancam rusak, membusuk, bahkan kehilangan nilai jual. Ironisnya, di tengah harapan masyarakat agar perusahaan negara mampu hadir membantu ekonomi warga, justru petani plasma merasa terus dijadikan korban dari persoalan internal perusahaan sendiri.

“Setiap ada kendala di pabrik, masyarakat yang selalu menanggung rugi. Buah kami ditolak, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” ungkap salah satu petani dengan nada kecewa 29/5/2026

Masyarakat Kecamatan Burau, Luwu Timur hingga Luwu Utara menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap hal biasa. Jika terus terjadi, maka kepercayaan petani terhadap perusahaan akan semakin menurun. Warga mendesak pihak perusahaan segera mengambil langkah nyata dan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami petani plasma akibat penghentian penerimaan buah sawit tersebut.

Situasi ini juga memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah keberadaan perusahaan benar-benar membawa kesejahteraan bagi warga sekitar, atau justru membuat petani kecil terus berada dalam ketidakpastian dan tekanan ekonomi setiap kali persoalan pabrik terjadi.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan agar persoalan penolakan buah plasma tidak terus berulang dan merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page