Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Pemerintah Kecamatan Tomoni menggelar rapat koordinasi dengan para pengelola pangkalan LPG 3 kg se-Kecamatan Tomoni pada Rabu (17/06/2026) di Aula Kantor Camat Tomoni.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengawasan dan penertiban penyaluran LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Tomoni.
Rapat ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap maraknya isu kelangkaan LPG 3 kg, harga eceran yang tidak terkontrol, serta penyaluran yang dinilai belum tepat sasaran.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Luwu Timur (Senfry Oktavianus, S.STP, M.PA), Camat Tomoni (Darwin HD, S.Kom., M.M), serta seluruh pengelola pangkalan LPG 3 kilogram yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tomoni.
Pemerintah menegaskan pentingnya kepatuhan pangkalan terhadap aturan yang berlaku, termasuk menjual LPG 3 kg sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditetapkan dan memastikan penyalurannya tepat kepada masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Dalam pertemuan tersebut, para pengelola pangkalan membahas berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan terkait distribusi LPG 3 kg bersubsidi.
“Yang menjadi masalahnya, ini pangkalan selalu dijadikan sasaran, seolah-olah kami yang menjual harga tinggi, padahal yang menjual harga tinggi itu pengecer. Bayangkan kalau kami jual 20.000 mereka jual 35.000, berapa sudah itu selisihnya?.” Ujar salah seorang pengelola pangkalan.
“Salah satu kendala kami itu menginput, karena Kartu Keluarga yang kami input, ternyata sudah terdaftar di pangkalan lain, sehingga kami tidak bisa lagi menginput KK tersebut.” Ujar salah satu pengelola pangkalan.
Pemerintah juga mengajak seluruh pengelola pangkalan untuk meningkatkan koordinasi dan transparansi dalam proses distribusi guna menghindari terjadinya penimbunan maupun penyalahgunaan LPG bersubsidi.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan penyaluran LPG 3 kg di Kecamatan Tomoni dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehingga isu kelangkaan dan lonjakan harga dapat diminimalisir.
NurAzisah/LRP













