Luwu Timur, Luwurayapos.com — UPTD Puskesmas Mangkutana terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing atau penelusuran kontak TBC di wilayah kerjanya, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tracing dilakukan untuk menemukan secara dini masyarakat yang memiliki risiko terpapar TBC, khususnya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Petugas Puskesmas Mangkutana melakukan penelusuran terhadap kontak berisiko sebagai langkah deteksi dini. Apabila ditemukan gejala atau faktor risiko, masyarakat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Kepala UPTD Puskesmas Mangkutana mengatakan bahwa kegiatan tracing merupakan salah satu langkah penting dalam mendeteksi kasus TBC sedini mungkin sekaligus mencegah terjadinya penularan lebih luas di tengah masyarakat.
“Kami terus mendorong pelaksanaan tracing TBC secara aktif agar masyarakat yang memiliki risiko dapat segera diketahui dan mendapatkan pemeriksaan. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula dilakukan penanganan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC ataupun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap TBC. Jangan menunggu kondisi semakin parah. Jika ada gejala atau pernah kontak erat dengan pasien TBC, segera datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” tambahnya.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TBC. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga risiko penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitar dapat ditekan.
Melalui kegiatan tracing yang dilakukan secara aktif, Puskesmas Mangkutana berkomitmen mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat serta turut mewujudkan Luwu Timur yang Juara.
Musdiana/LRP













