Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP) mengajukan permohonan penambahan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada PT Pertamina Patra Niaga.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 3 September 2026 yang ditujukan kepada Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel PT Pertamina Patra Niaga di Makassar.
Langkah ini dilakukan menyusul kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur. Pengairan lahan saat ini sebagian bergantung pada penggunaan mesin pompa air yang tentunya membutuhkan pasokan BBM.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan BBM di tengah masyarakat, khususnya petani dan kelompok tani yang menggunakan pompa air untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman.
Kepala Disdagkop-UKMP Luwu Timur, Senfry Oktovianus, S.STP., M.PA, saat dikonfirmasi Tim Liputan Luwurayapos 4/9/2026 mengatakan pengajuan tambahan pasokan BBM tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat selama musim kemarau tetap dapat terpenuhi.
“Kami mengantisipasi meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat, terutama petani yang saat ini membutuhkan bahan bakar untuk mengoperasikan pompa air. Jangan sampai keterbatasan pasokan BBM justru menghambat aktivitas pertanian dan berdampak pada produksi pangan,” ujar Senfry.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada ketersediaan BBM di SPBU, tetapi juga berupaya memastikan distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Harapan kami Pertamina dapat memberikan dukungan terhadap permohonan tambahan pasokan ini. Ini bagian dari upaya bersama menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan dan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketahanan pangan di Luwu Timur,” jelasnya.
Dalam surat tersebut, terdapat tiga poin utama yang dimohonkan kepada pihak Pertamina.
Pertama, menjamin ketersediaan dan pasokan BBM secara berkala dan memadai pada SPBU yang beroperasi di wilayah Luwu Timur. Secara khusus, Disdagkop-UKMP meminta tambahan pasokan Pertamax sebanyak 5.000 liter per hari di SPBU 74.929.47 Sorowako dan SPBU 78.929.14 Asuli.
Kedua, mengantisipasi potensi kelangkaan BBM akibat adanya lonjakan permintaan untuk kebutuhan pengoperasian pompa air selama periode musim kemarau.
Ketiga, mempermudah akses pendistribusian BBM bagi para petani maupun kelompok tani dengan tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Senfry menegaskan, pemerintah daerah berharap dukungan Pertamina dapat membantu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama musim kemarau.
“Kita ingin memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi, sehingga petani tetap bisa melakukan pengairan lahan dan menjaga produktivitas pertaniannya. Ini bukan hanya persoalan BBM, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan produksi pangan masyarakat,” pungkasnya.
Pemkab Luwu Timur berharap permohonan tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari Pertamina Patra Niaga sehingga kebutuhan BBM masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan bahan bakar untuk pompa air, dapat terpenuhi selama musim kemarau.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi pangan masyarakat.
Musdiana/LRP













