banner 720x90

‎Pemkab Luwu Timur melalui Disdakop-UKMP Perkuat Akses Keuangan dan Pembiayaan UMKM Pasc-Rakornas TPAKD 2026

‎Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat dan penguatan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
‎
‎Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan program peningkatan inklusi keuangan di daerah.
‎
‎Salah satu langkah yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur adalah memperkuat pelaksanaan program GEMA RABU dan KEJAR JUARA. Kedua program tersebut diarahkan untuk menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kepemilikan rekening di kalangan pelajar.
‎
‎Selain itu, Pemkab Luwu Timur tengah menyusun Roadmap Pembangunan UMKM sebagai pedoman pengembangan usaha yang lebih terarah. Upaya ini juga didukung melalui optimalisasi Klinik Pembiayaan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh konsultasi dan fasilitasi akses permodalan melalui lembaga keuangan resmi.
‎
‎Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdakop-UKMP), pemerintah daerah turut mendorong peningkatan literasi dan edukasi keuangan hingga tingkat desa.
‎
‎Koordinasi dan sosialisasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan juga akan diperkuat guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sekaligus mencegah masyarakat terjerat pinjaman online ilegal, rentenir, maupun praktik pembiayaan yang merugikan.
‎
‎Dalam periode 2026–2027, Pemkab Luwu Timur menargetkan kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar mencapai 100 persen. Target tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.
‎
‎Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap peningkatan inklusi keuangan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM, memperluas kesempatan memperoleh pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah.
‎
‎Penguatan akses keuangan ini diharapkan menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Luwu Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Syamsul/LRP

You cannot copy content of this page