banner 720x90

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Wonorejo Timur Berikan Piagam Penghargaan Ketahanan Keluarga kepada Pengantin Baru

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Desa Wonorejo Timur berkolaborasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Ketua Tim Penggerak PKK memberikan piagam penghargaan ketahanan keluarga kepada pasangan pengantin baru, Shadila Salsabila dan Ahmad Taufik Hidayat, yang berlangsung di Dsn. Sido Tepung 1 Desa Wonorejo Timur, selasa (27/10/2026)

Penyerahan piagam tersebut disaksikan oleh Penyuluh Agama serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendewasaan usia perkawinan dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

Piagam penghargaan diberikan kepada pasangan pengantin baru yang telah memenuhi kriteria usia perkawinan, yakni perempuan berusia minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah desa bersama Penyuluh KB dalam mengedukasi masyarakat mengenai kesiapan fisik, mental, dan sosial sebelum membangun rumah tangga.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Desa Wonorejo Timur berharap masyarakat semakin memahami bahwa membangun keluarga tidak hanya membutuhkan kesiapan secara ekonomi, tetapi juga kematangan usia, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan keluarga yang baik.

Pendewasaan usia perkawinan juga menjadi salah satu langkah promotif dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Dengan persiapan keluarga yang lebih matang, pasangan diharapkan mampu merencanakan kehamilan, memperhatikan pemenuhan gizi ibu dan anak, serta memberikan pengasuhan yang optimal bagi generasi penerus.

Sinergi antara pemerintah desa, Penyuluh KB, PKK, dan Penyuluh Agama diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat.

Melalui pemberian piagam penghargaan ini, Pemerintah Desa Wonorejo Timur ingin memberikan pesan bahwa keluarga yang berkualitas berawal dari perencanaan yang baik, kesiapan pasangan, serta komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak sebelum kehamilan, melalui edukasi, perencanaan keluarga, dan pola hidup sehat.

Alimin/LRP

You cannot copy content of this page