Dalam partai puncak, Putra Rantemario FC berhadapan dengan Purwosari FC. Kedua tim tampil dengan semangat tinggi dan memperlihatkan permainan terbaiknya. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan saling melancarkan serangan serta menunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam mengolah si kulit bundar.
Pertandingan berlangsung ketat. Meski kedua tim berupaya menciptakan peluang dan mencetak gol, hingga babak kedua berakhir skor tetap imbang 0-0.
Hasil tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu tendangan penalti. Ketegangan pun semakin terasa ketika para pemain dari kedua tim bergantian mengambil kesempatan untuk mencetak gol dari titik putih.
Dalam drama adu penalti tersebut, salah satu penendang Purwosari FC gagal mengeksekusi tendangannya dengan sempurna. Momen itu menjadi penentu keunggulan Putra Rantemario FC sekaligus memastikan langkah mereka meraih gelar juara Mangkutana Champion Cup l 2026.
Keberhasilan Putra Rantemario FC menjadi kampiun tidak diraih dengan mudah. Sejak babak penyisihan, tim ini tampil konsisten dan mampu menjaga performa hingga berhasil melangkah ke partai final.
Mangkutana Champion Cup l 2026 sendiri diikuti sebanyak 16 tim yang berasal dari empat kecamatan, yakni Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, dan Kalaena.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah bagi para pecinta sepak bola untuk menunjukkan bakat, kemampuan, serta mempererat hubungan persaudaraan antarkecamatan.
Kemenangan Putra Rantemario FC pun menjadi penutup manis perjalanan mereka dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, Purwosari FC juga patut diapresiasi atas perjuangan dan permainan impresif yang ditampilkan hingga partai final.
Mangkutana Champion Cup l 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda olahraga yang mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat sekaligus menghidupkan semangat olahraga di Kabupaten Luwu Timur.
Alimin/LRP













