Luwurayapos.com
Luwu Timur- Wotu, Tambatan perahu adalah struktur atau fasilitas yang digunakan untuk mengikat atau menambatkan perahu, kapal atau boat, agar tidak terbawa arus atau tergerus ombak.
Proyek Pembangunan Tambatan Perahu Dusun Bau-Bau Desa Tabaroge, Kecamatan Wotu di pertanyakan warga. Dalam Pantauan LuwuRayaPos.com (24/12/2024) ke lokasi pembangunan Tambatan Perahu mendapat Respon positif dari masyarakat setempat untuk melihat kondisi bangunan yang terlihat sudah selesai pembangunannya, namun pihak dari Masyarakat Nelayan yang akan memanfaatkan bangunan yang dianggarkan Dinas Perikanan Luwu Timur, sebesar Rp.184.124.000,- merasa sangat kecewa karena bangunan Tambatan Perahu dengan anggaran yang cukup besar sementara hasil bangunannya seperti kedai kopi, terlihat bangunan ini tidak ada tempat perahu dan kapal Nelayan untuk ditambat kemudian akses dari tepi sungai ke bangunan tidak ada bangunan tangga.
Pembangunan Tambatan Perahu Dusun Bau-bau Desa Tabaroge yang dananya bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 yang di kerjakan Kontraktor pelaksana CV.MULTI MITRA PERKASA, dan Konsultan Pengawas CV. ERA DESAIN.
Bangunan Tambatan Perahu Dusun Bau-bau, Desa Tabaroge, Kecamatan Wotu, Luwu Timur dengan luas bangunan 5×8 meter bangunan terbuka selain peruntukan sesuai namanya Tambatan Perahu namun tidak sesuai harapan karena bangunan pendukung lainnya seperti tempat tambat perahu dan Kapal Nelayan maupun tangga menuju ke bangunan utama tidak ada, proyek bangunan dengan anggaran yang besar jadinya seperti, ini kata salah seorang Warga Nelayan Tabaroge (Iwan), lanjutnya lagi dipertanyakan Volume kerja bangunan tidak sesuai (Markup) kemudian kualitas Rabat beton sudah banyak retak karena tipis dan Lampu (PLN) tidak ada, lalu saat kondisi bangunan ini disampaikan ke pihak Pelaksana proyek dijawabnya ” Terima saja” jelas Iwan.
Peruntukan Bangunan seharusnya jadi tempat yang layak dan mempunyai azas dan manfaat untuk Masyarakat Nelayan pada bangunan Tambatan Perahu.
Tambatan Perahu Dusun Bau-bau Desa Tabaroge adalah harapan Masyarakat Nelayan, Petani Tambak sebagai tempat yang Aman dan Nyaman, dan sebagai tempat transaksi jual beli hasil tangkapan nelayan maupun Hasil Tambak.

Takkala pentingnya bangunan tambatan perahu yang penempatannya di atas sampadan sungai pawosoi, merupakan kewenangan Balai Besar Wilaya Sugai untuk memanfaatkan tanah yang masuk sempadan sungai.
(liputan Lrp)













