Luwurayapos.com, Luwu Timur – Video viral yang menyoroti kondisi memprihatinkan dapur rumah Ibu Ernawati (48) di Dusun Sambote, RT 3, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, menarik perhatian publik dan memicu respons dari pemerintah desa setempat. Pada Selasa, 10 Juni 2025, Kepala Desa Bawalipu, Wahyuddin, angkat bicara mengenai situasi tersebut.
Wahyuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah turun langsung untuk meninjau rumah Ibu Ernawati. “Terkait video viral mengenai rumah tersebut, kami selaku pemerintah desa sudah turun melihat kondisi rumahnya. Badan rumahnya masih bagus, namun rumah dapurnya memang sangat memprihatinkan,” ujar Wahyuddin.
Namun, Wahyuddin membeberkan alasan mengapa dapur Ibu Ernawati belum menjadi prioritas utama dalam program bedah rumah atau bantuan lainnya. “Dalam musyawarah desa, ada beberapa hal yang menentukan. Yang kami prioritaskan adalah badan rumah, bukan dapur.
Kenapa demikian? Karena di desa Bawalipu ini banyak masyarakat yang hari ini dapurnya sangat memprihatinkan, dan masih ada beberapa rumah yang menjadi prioritas utama kami, karena badan rumah menjadi tempat istirahat,” terang Kades.

Ia juga menambahkan bahwa dari hasil kunjungan di lapangan, banyak masyarakat yang menyaksikan dan berpendapat bahwa jika Ibu Ernawati diberikan bantuan bedah rumah atau bantuan lain, mereka juga menginginkan hal yang sama. “Jadi mohon kiranya untuk bersabar, dan melihat pemerintah desa ini selalu mengedepankan perhatian kepada masyarakat,” imbuhnya.
Senada dengan Kades, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) turut memberikan klarifikasi terkait berita viral ini. Ini awalnya rumah ini dibagi dua. atas nama Erniwati tinggal di depan. Kalau saudaranya atas nama Samsuddin (Bapaknya Rafli) dia tinggal dibelakang. Waktu itup pemikiran masyarakat tidak diperhatikan itu rumah dapurnya karena sudahlama kosong itu rumah.
Menurut informasi dari aparat desa, nama Ibu Ernawati sebenarnya sudah terdaftar di data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Ibu Ernawati, umur 48 tahun, sudah tiga tahun tidak bersama suaminya dan memiliki tiga anak. Masih banyak sebenarnya dapur masyarakat yang sama memprihatikannya dengan ibu Ernawati, dan ketika dapur ibu Ernawati ini di perbaiki banyak tetangga yang mau juga di perbaiki dapurnya karna rata-rata dapurnya masyarakat disini banyak yang mau di bedah. tapi karena dapurnya yang sudah rusak parah, masih butuh proses, sedangkan prioritas perintah desa fokus di badan rumah padasaat ini” jelas anggota BPD tersebut.

Sementara itu, Ibu Ernawati sendiri menyampaikan keluh kesahnya. “Pernah suatu kejadian waktu listrik di rumah saya korslet akibat hujan, karena atapnya sudah bolong-bolong,” ungkapnya. Ia juga menceritakan bahwa sudah berpisah dengan suaminya kurang lebih 3 tahun, dan kondisi dapur yang rusak parah ini masih ia gunakan. “Saya berharap ada bantuan dari pemerintah desa atau pemerintah kabupaten.
Saya juga belum pernah menerima bantuan, saya tinggal bertiga sama anak saya di rumah,” pungkas Ibu Ernawati, menaruh harapan besar pada uluran tangan pemerintah.
Kisah Ibu Ernawati menyoroti dilema yang dihadapi pemerintah desa dalam menentukan prioritas bantuan di tengah keterbatasan anggaran dan banyaknya rumah warga yang membutuhkan perhatian. Meskipun begitu, dengan adanya perhatian dari media sosial dan respons dari pemerintah setempat, diharapkan ada solusi terbaik bagi Ibu Ernawati dan keluarga.
(Liputan : Lrp)














