Luwurayapos.com, Luwu Timur – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menghebohkan publik setelah menyebut adanya dugaan tindakan pelecehan seksual yang terjadi di ruang operasi RSUD I Lagaligo, Wotu, Kabupaten Luwu Timur, (11/07/2025).
Postingan tersebut diunggah oleh akun yang mengaku sebagai kaka korban, menyatakan bahwa adiknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh saat berada di ruang operasi rumah sakit tersebut pada hari kamis 3 juli 2025 lalu.
Menanggapi viralnya kabar ini, Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, menyatakan bahwa pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia membenarkan bahwa pihak terduga korban telah melaporkan kasus ini secara resmi ke kepolisian.

“Kami terbuka dengan apa yang telah viral di media sosial. Kami siap mengikuti proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini secara terang-benderang. Jika memang ada yang salah, maka akan ketahuan. Tapi jika tidak benar, maka ini justru merugikan RSUD I Lagaligo, khususnya para petugas di ruang operasi,” ujar dr. Irfan.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit sangat dirugikan dengan isu ini, bukan hanya secara kelembagaan, tetapi juga terhadap citra profesi dokter dan tenaga medis secara umum.
“Satu kasus belum tentu mencerminkan keseluruhan. Tapi publik bisa saja langsung menyamaratakan,” lanjutnya.
dr. Irfan berharap agar kasus ini dapat segera dituntaskan agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di tengah masyarakat.
(Tim liputan-LRP)














