Luwu Timur , Luwurayapos.com – Pemerintah Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, kembali mengaktifkan Posko Garda Kamtibmas sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan pengaktifan kembali Garda Kamtibmas tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mangkutana, AKP Afdhal, serta dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Mulyasri.
Pengaktifan kembali Garda Kamtibmas menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Melalui posko ini, masyarakat diharapkan semakin aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.
Dalam kesempatan tersebut kapolsek Mangkutana menegaskan bahwa Garda Kamtibmas merupakan wadah yang dapat mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di desa.
“Garda Kamtibmas menjadi wadah bagi masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kapolsek Mangkutana
Ia juga mengajak seluruh anggota Garda Kamtibmas dan masyarakat Desa Mulyasri untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan komunikasi, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui Garda Kamtibmas, kami berharap terbangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang semakin kuat dalam menjaga ketertiban dan keamanan desa,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Mulyasri menyambut baik pengaktifan kembali Garda Kamtibmas sebagai sarana membangun kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga ketertiban desa.
Dengan aktifnya kembali Posko Garda Kamtibmas Desa Mulyasri, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat keamanan sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Musdiana/LRP













