Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kecamatan Burau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelayanan SPBU di Gedung Multiguna Kantor Kecamatan Burau, Senin (7/9/2026), sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya antrean BBM, khususnya di SPBU Jalajja.

Rakor tersebut dihadiri unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan, para kepala desa, serta pengelola SPBU. Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah dampak penutupan SPBU Bungadidi yang menyebabkan meningkatnya antrean di SPBU Jalajja.
Kepala Disdagkopukmp Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktovianus, menyampaikan bahwa kondisi tersebut perlu segera diantisipasi agar pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan tertib.
«“Akibat tutupnya SPBU Bungadidi, menyebabkan tingginya antrean dari SPBU Jalajja. Ini yang perlu diantisipasi,” ujar Senfry.»
Sepakati Pembatasan Pengisian BBM
Dalam Rakor tersebut, disepakati adanya pembatasan khusus pengisian BBM di SPBU Jalajja sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan antrean dan memastikan distribusi BBM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Adapun ketentuan pembatasan pengisian yang disepakati yakni:
- Sepeda motor: maksimal 5 liter Pertalite.
- Mobil roda empat: maksimal 40 liter Pertalite.
- Mobil roda empat jenis Panther: maksimal 50 liter Solar.
- Mobil roda enam ke atas: maksimal 100 liter Solar.
Pembatasan tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan sekaligus mencegah terjadinya pengisian dalam jumlah berlebihan ketika antrean masyarakat masih panjang.
Pemerintah Kecamatan Burau bersama pihak terkait juga diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap penerapan kesepakatan tersebut di lapangan, sehingga aturan yang telah disepakati dapat berjalan secara konsisten.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan BBM tetap tertib, transparan dan berkeadilan, terutama di tengah meningkatnya antrean akibat beralihnya sebagian konsumen dari SPBU Bungadidi ke SPBU Jalajja.
Dengan adanya pembatasan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi yang terjadi dan bersama-sama menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM berlangsung.
Pemerintah Kecamatan Burau menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat guna mengantisipasi perkembangan antrean dan memastikan pelayanan BBM tetap berjalan dengan baik.
Musdiana/LRP













