Luwu Timur, Luwurayapos.com – Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, turut mendampingi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam rangkaian mediasi bersama masyarakat dan pihak perusahaan, Senin (28/9/2026).
Kehadiran Jihadin dalam agenda tersebut menjadi bagian dari keterlibatan DPRD dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan ketenagakerjaan dan dampak aktivitas perusahaan terhadap lahan pertanian warga.
Mediasi pertama berlangsung di Aula Kantor Camat Nuha. Pertemuan mempertemukan warga Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, dengan manajemen PT Tiga Pilar Ekonomi (TPE).
Pertemuan tersebut membahas aspirasi warga mengenai proses rekrutmen tenaga kerja dan harapan adanya keterwakilan masyarakat lokal dalam kesempatan kerja yang tersedia.
Dalam pertemuan itu, Bupati Irwan meminta pihak perusahaan menerapkan proses rekrutmen secara adil, khususnya terhadap masyarakat Dusun Togo yang telah mengikuti sejumlah tahapan seleksi.
“Saya berharap perusahaan berlaku adil, terkhusus bagi anak-anak di Dusun Togo. Pihak warga sadar tidak meminta seluruhnya diakomodir, tetapi setidaknya ada keterwakilan,” ujar Irwan.
Jihadin Peruge hadir bersama sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Aswan Aziz, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Joni Patabi, serta Camat Nuha Arief Fadillah.
Dalam kesempatan tersebut, HRD PT TPE, Febrian, menjelaskan bahwa proses seleksi tenaga kerja dilakukan dengan tahapan yang sama di sejumlah wilayah, termasuk Malili, Wasuponda dan Nuha.
Pihak perusahaan juga menyampaikan akan mengakomodir nama-nama calon pekerja yang telah diusulkan dan telah mengikuti tahapan MCU, badge maupun pelatihan.
Jihadin Kembali Dampingi Mediasi di Sasana Praja
Setelah agenda di Kecamatan Nuha, Jihadin Peruge kembali mendampingi Bupati Irwan dalam mediasi kedua yang digelar di Aula Sasana Praja.
Pertemuan tersebut membahas tuntutan masyarakat Dusun Kawasule, Desa Pongkeru, dan Dusun Karebbe, Desa Laskap, Kecamatan Malili, terkait lahan pertanian warga yang terdampak genangan akibat aktivitas perusahaan.
Mediasi melibatkan sejumlah OPD teknis, termasuk Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Inspektorat, Bapenda, Staf Ahli, serta Tim Hukum Setdakab Luwu Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Irwan menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Vale di Sorowako terkait penyelesaian persoalan yang telah berlangsung sejak 2024 dan kembali terjadi pada 2025.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya penyelesaian terhadap hak masyarakat terdampak serta penanganan jangka panjang melalui pengerukan sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Kehadiran Jihadin Peruge dalam dua agenda tersebut menunjukkan keterlibatan unsur legislatif dalam mengikuti proses penyelesaian aspirasi masyarakat bersama pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Sebagai pimpinan DPRD, Jihadin turut hadir dalam ruang dialog tersebut untuk menyaksikan langsung pembahasan persoalan yang disampaikan masyarakat serta proses pencarian solusi bersama.
Rangkaian mediasi berlangsung dalam suasana dialog dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan pihak perusahaan. Pemerintah daerah mengimbau agar penyampaian aspirasi terus mengedepankan komunikasi dan musyawarah sehingga setiap persoalan dapat dicari jalan keluarnya secara kondusif.
Musdiana/LRP













