Luwu Timur , Luwurayapos.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur menerima kunjungan silaturahmi jajaran Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenag Luwu Timur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas lembaga dalam melindungi generasi muda dan peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan dipimpin Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur, Rusdidaming, didampingi para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Luwu Timur. Sementara dari Dewan Pendidikan Luwu Timur, rombongan dipimpin Ketua Dewan Pendidikan, Herdinang.
Rusdidaming menyambut baik inisiatif Dewan Pendidikan dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjaga moral dan masa depan generasi muda.
“Masalah narkoba ini sudah sangat meresahkan karena mulai menyasar anak-anak kita yang masih sekolah. Sekolah dan madrasah harus menjadi tempat yang paling aman untuk mereka bertumbuh. Karena itu, Kemenag siap berjalan bersama dalam memperkuat penerapan nilai-nilai KBC di madrasah,” ujar Rusdidaming.
Menurutnya, pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui pembentukan karakter dan kebiasaan positif di lingkungan pendidikan.
“Pencegahan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, butuh kerja sama semua pihak. Kami di Kemenag terus mendorong penguatan nilai KBC di setiap satuan pendidikan agar pembentukan akhlak anak-anak kita semakin terarah,” tambahnya.
Ia berharap penguatan karakter dan nilai agama dapat menjadi benteng bagi peserta didik sehingga mampu menghindari pengaruh negatif, fokus belajar, serta mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur, Herdinang, menegaskan bahwa ancaman peredaran narkoba di kalangan anak usia sekolah harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.
“Silaturahmi ini untuk menyatukan komitmen dalam melindungi anak didik agar dapat belajar dengan cerdas tanpa narkoba. Ancaman paling berbahaya bagi dunia pendidikan saat ini adalah maraknya peredaran narkoba di kalangan anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah,” ungkap Herdinang.
Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan secara serius dan kolaboratif agar bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tidak terancam.
Herdinang menambahkan, setelah melakukan kunjungan ke Kemenag Luwu Timur, Dewan Pendidikan dijadwalkan melanjutkan silaturahmi ke Polres Luwu Timur untuk memperkuat koordinasi terkait upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
Pertemuan Kemenag Luwu Timur dan Dewan Pendidikan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kesepakatan untuk mendorong langkah-langkah konkret, di antaranya sosialisasi terpadu serta penguatan program pencegahan narkoba di seluruh satuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Luwu Timur.
Musdiana/LRP













