banner 720x90

Kerajinan Luwu Timur Curi Perhatian di Puncak HUT Dekranas, Diminati Pengunjung hingga Istri Menteri

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Di tengah riuhnya puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, sebuah sudut pameran tampak tak pernah sepi. Pengunjung silih berganti mendekati stand Dekranasda Kabupaten Luwu Timur. Ada yang sekadar melihat, memotret, bertanya tentang proses pembuatannya, hingga membeli untuk dibawa pulang.

Produk-produk kerajinan khas Luwu Timur yang ditata rapi di dalam stand berhasil memikat perhatian. Tas anyaman teduhu, coker kreasi, kain taipa, kain tenun, bros taipa, aneka kriya berbahan lokal, serta produk hasil tangan para perajin binaan Dekranasda menjadi daya tarik tersendiri di tengah ribuan produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketertarikan itu tidak hanya datang dari masyarakat umum. Sejumlah tamu penting yang hadir pada puncak HUT Dekranas turut singgah dan mengapresiasi karya para perajin Luwu Timur.

Bahkan, istri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Shinta Maruarar Sirair, istri Menteri Luar Negeri, Marlyn Maisarah, istri Menteri Investasi dan Hilirisasi, Ayu Heni Rosan hingga istri Menteri Ekonomi Kreatif, Adinda Yuanita Teuku Riefky Harsya yang hadir dalam kegiatan tersebut meluangkan waktu mengunjungi stand Luwu Timur dan menunjukkan ketertarikannya terhadap produk-produk yang dipamerkan.

Bagi para perajin, momen itu bukan sekadar kunjungan biasa. Kehadiran dan apresiasi dari berbagai kalangan menjadi pengakuan bahwa karya-karya yang lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakat Luwu Timur memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing yang mampu menembus panggung nasional.

“Kami sangat bangga dan terharu. Selama ini kami berkarya dengan harapan produk kami bisa dikenal lebih luas, dan hari ini Ibu Menteri datang langsung melihat dan membeli serta memberikan apresiasi. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya, menjaga kualitas, dan melestarikan kerajinan khas Luwu Timur,” ujar Dona Asman yang merupakan salah satu pengrajin.

Setiap produk yang dipamerkan bukan hanya benda kerajinan, melainkan juga cerita tentang kearifan lokal, ketelatenan, dan upaya menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Di balik setiap anyaman dan detail kriya, tersimpan identitas daerah yang terus diperkenalkan kepada publik melalui sentuhan kreativitas para perajin.

Puncak HUT ke-46 Dekranas pun menjadi momentum berharga bagi Kabupaten Luwu Timur. Antusiasme pengunjung dan apresiasi yang diberikan semakin menguatkan optimisme bahwa kerajinan daerah tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang dan dikenal lebih luas.

Bagi Luwu Timur, setiap produk yang diminati dan setiap apresiasi yang diterima adalah penanda bahwa karya anak daerah mampu berbicara di panggung nasional, membawa nama daerah sekaligus membuka harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi kreatif dan kesejahteraan para perajin di masa depan. (eld/ikp-humas/kominfo-sp/LRP)

You cannot copy content of this page