Luwu Timur , Luwurayapos.com – Kapal penyeberangan KM Nurul Jaya mengalami peristiwa tenggelam di perairan Danau Towuti, tepatnya di wilayah Kandeapi, Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Timampu, Desa Timampu, dengan tujuan Pelabuhan Lengkobale, Desa Tokalimbo. Sekitar 40 menit setelah meninggalkan pelabuhan, kapal mengalami kerusakan pada badan kapal sehingga air masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kondisi tidak stabil.
Mengetahui hal tersebut, nahkoda KM Nurul Jaya segera mengarahkan kapal ke daratan Kandeapi untuk menghindari risiko lebih besar. Dalam proses tersebut, KM Akram Jaya datang memberikan bantuan dan membantu mengarahkan KM Nurul Jaya hingga sandar di Kandeapi.
Data penumpang dan muatan KM Nurul Jaya pada saat kejadian terdiri dari 50 orang penumpang dan ABK, 5 unit mobil, serta 13 unit sepeda motor. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dipindahkan ke KM Akram Jaya untuk kemudian dibawa kembali ke Pelabuhan Timampu.
Sementara itu, kendaraan serta barang bawaan penumpang masih berada di atas KM Nurul Jaya dan saat ini sedang menunggu proses evakuasi lebih lanjut.
Nahkoda KM Nurul Jaya diketahui bernama Hamdan alias Andang (25), berprofesi sebagai nahkoda kapal, berdomisili di Desa Pekaloa dan Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.
Diketahui, KM Nurul Jaya merupakan kapal berbahan kayu kaloju yang telah beroperasi lebih dari tujuh tahun melayani rute Pelabuhan Timampu – Pelabuhan Lengkobale. Dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal disebabkan oleh kurangnya perawatan (maintenance) serta faktor usia kapal yang sudah cukup lama.
Selain itu, peristiwa ini menjadi perhatian terkait perlunya peningkatan pengawasan dari instansi terkait, baik terhadap kelayakan kapal maupun pengaturan kapasitas muatan di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan di wilayah Kecamatan Towuti.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, serta proses penanganan dan evakuasi masih terus dilakukan.
Musdiana/LRP













