Luwu Timur, Luwurayapos.com – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi tenaga kesehatan terhadap potensi bencana terus dilakukan. Program Studi Profesi Ners STIKES Batara Guru Soroaka menggelar Pelatihan Penanggulangan Bencana yang berlangsung pada (21/4/2026), bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa profesi ners dan turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD, Sekretaris BPBD, serta perwakilan PMI. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Timur, dr. April, menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki peran strategis dalam membentuk tenaga kesehatan yang tanggap bencana. Menurutnya, mahasiswa keperawatan harus memiliki kemampuan dasar dalam penanganan darurat, termasuk pertolongan pertama dan dukungan dalam proses evakuasi korban.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi situasi bencana. Peran tenaga kesehatan sangat vital dalam fase tanggap darurat,” ujarnya 22/4/2026
Senada dengan itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Luwu Timur, Andrie, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan respons cepat tenaga kesehatan. Ia menilai, mahasiswa keperawatan merupakan garda penting dalam penanganan korban bencana.
“Mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam penanganan korban bencana, sehingga keterampilan ini sangat dibutuhkan agar mereka mampu bertindak cepat dan tepat di lapangan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, para mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Diharapkan, ke depan para lulusan profesi ners mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, tangguh, dan siap terlibat langsung dalam penanggulangan bencana di tengah masyarakat.
Musdiana/LRP














