Luwu Timur, Luwurayapos.com – Upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat terus diperkuat.
Program Studi Profesi Ners STIKES Batara Guru Soroaka menggelar Pelatihan Penanggulangan Bencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa profesi ners dengan melibatkan langsung unsur BPBD dan PMI sebagai narasumber dan fasilitator. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membekali calon tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi kondisi bencana di lapangan.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Luwu Timur, Akbar. Ia menekankan pentingnya manajemen logistik dan peralatan dalam setiap fase penanggulangan bencana, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengelolaan stok, hingga distribusi bantuan secara efektif dan tepat sasaran.
“Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi juga pada kesiapan data dan sistem logistik yang terorganisir dengan baik. Logistik harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan kesiapan mental dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi situasi krisis. Mahasiswa keperawatan diharapkan mampu berperan aktif dalam penanganan korban bencana, mulai dari pemberian pertolongan pertama hingga mendukung proses evakuasi secara cepat dan tepat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan kebencanaan, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.
Dengan pembekalan ini, diharapkan para mahasiswa siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan saat terjadi bencana.
Musdiana/LRP














