Luwurayapos.com
Luwu Timur- Sebuah jembatan gantung nyaris ambruk diterjang hujan deras yang menggerus pondasinya di pinggir sungai Pawosoi Dusun Bau-Bau, Desa Tabaroge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.
lokasi jembatan tersebut merupakan akses penghubung warga antar kampung di wilayah Desa Tabaroge dengan perkampungan di wilayah Desa Rinjani.

“Jembatan gantung tersebut sering digunakan masyarakat dalam melakukan aktivitas Tambak dan Perkebunan sehari-hari di dua desa tersebut.
Lukman, kepala desa Tabaroge Pada Luwurayapos.com, kamis 27 februari 2025 mengatakan apabila tidak ada tindak lanjut secepatnya jembatan gantung ini akan ambruk yang ke 2 kalinya,
“Kami berharap pemerintah kabupaten Luwu Timur mengambil tindakan secepatnya karna ada sekitar 100 KK yang tinggal di sebrang jembatan gantung”.

kerusakan diakibatkan cura hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap dan sangat deras, diakibatkdan kondisi tanah yang labil, membuat lonsornya tanggul yang hampir mengenai pondasi jembatan.
“Jembatan gantung dengan panjang 60 meter dan lebar 1,5 meter setiap hari digunakan 40 KK, para pelajar sebagai akses menuju ke sekolah PAUD, MI, SD, SMP dan SMA untuk kegiatan belajar.” tambah pemerintah desa.
“Apa bila jembatan terputus masyarakat ketika akan beraktivitas menggunakan alternatif dengan jarak tempuh yang sangat jauh karena harus memutar dibandingkan dengan melintasi jembatan gantung itu,” pungkasnya.
Liputan: LRP














