banner 720x90
BERITA  

Satu Foto Membuka Harapan, Keluarga di Mangkutana Mencari Kerabat yang Lama Terpisah

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Sebuah foto lama kembali membuka harapan bagi keluarga di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, untuk menyambung kembali silaturahmi dengan kerabat yang telah puluhan tahun terpisah.

Keluarga saat ini berupaya mencari keberadaan kerabat dari Ena Rohimah yang terakhir kali diketahui pernah tinggal di sekitar Pasar Kosambi, Kampung Cawang. Namun, lokasi pastinya masih menjadi tanda tanya karena catatan alamat yang dahulu dimiliki keluarga sudah tidak ada.

Menurut cerita keluarga, saat berikan keterangan kepada Tim Liputan Luwurayapos 4/9/2026 alamat tersebut dahulu ditulis pada selembar kertas. Saat rumah sedang dalam proses perbaikan dan keluarga melakukan aktivitas membakar sampah, kertas yang berisi alamat tersebut diduga ikut terbuang dan akhirnya terbakar.

Akibatnya, keluarga tidak lagi memiliki catatan alamat yang bisa dijadikan pegangan untuk mencari keberadaan kerabat tersebut.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, keluarga kembali menemukan sebagian foto lama pernikahan Ena Rohimah dan Suparno yang sebelumnya tersimpan di salah satu anggota keluarga. Foto tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk penting dalam upaya menemukan kembali keluarga yang telah lama kehilangan kontak.

Dalam foto tersebut terdapat beberapa anggota keluarga yang sedang dicari, yakni Narsem, ibu dari Ena Rohimah, dan Sakrip, ayah dari Ena Rohimah.

Selain itu, terdapat pula Dedi, kakak Ena Rohimah, yang dahulu dikenal sebagai pemain orkes, bersama istrinya bernama Tati.

Keluarga mengingat komunikasi terakhir dengan kerabat tersebut terjadi sekitar tahun 2000.

Mengenai lokasi tempat tinggal, keluarga hanya mengingatnya berada di sekitar Pasar Kosambi dan Kampung Cawang. Namun, wilayah administratifnya belum dapat dipastikan.

Sang ibu mengingat lokasi tersebut sebagai wilayah Jakarta Barat. Ketika keluarga mencoba melakukan penelusuran melalui Google Maps, ditemukan pula informasi yang mengarah ke Jakarta Timur. Di sisi lain, penelusuran nama Pasar Kosambi juga menemukan lokasi di Bandung, Jawa Barat.

Karena informasi tersebut berasal dari ingatan puluhan tahun lalu, keluarga menyadari adanya kemungkinan kekeliruan dalam mengingat wilayah maupun alamat. Apalagi, catatan alamat yang dahulu menjadi pegangan sudah tidak tersimpan.

Kondisi tersebut membuat keluarga berharap bantuan masyarakat, khususnya mereka yang pernah tinggal di sekitar wilayah yang disebutkan, untuk membantu mengenali nama maupun wajah dalam foto.

“Kami berharap kalau ada keluarga atau orang yang mengenali mereka, bisa menghubungi kami. Tidak apa-apa kalau belum bisa bertemu langsung, yang penting kami bisa mendapatkan kabar atau nomor kontaknya terlebih dahulu. Kalau sudah bisa berkomunikasi, insyaallah kalau ada rezeki kami ingin datang langsung untuk bersilaturahmi,” harap keluarga.

Bagi keluarga di Mangkutana, mendapatkan satu informasi kecil mengenai keberadaan kerabat tersebut akan sangat berarti. Terlebih, mencari seseorang di kota besar seperti Jakarta atau Bandung tanpa alamat yang pasti tentu bukan perkara mudah.

Adapun keluarga yang sedang dicari:

  • Narsem – ibu dari Ena Rohimah
  • Sakrip – ayah dari Ena Rohimah
  • Dedi – kakak Ena Rohimah, dahulu dikenal sebagai pemain orkes
  • Tati – istri Dedi

Pasangan dalam foto pernikahan tersebut adalah Ena Rohimah dan Suparno.

Keluarga saat ini berdomisili di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Bagi masyarakat yang mengenali nama, wajah, atau memiliki informasi mengenai keberadaan keluarga tersebut, dapat menghubungi:

📱 0852 1779 7307
📱 0822 9926 0236

Keluarga juga memohon bantuan untuk membagikan informasi ini kepada masyarakat di Bandung, Jakarta Barat, Jakarta Timur, maupun daerah lain yang mungkin menjadi tempat tinggal keluarga tersebut saat ini.

Mungkin alamat lama sudah hilang, tetapi harapan untuk kembali bertemu keluarga tidak pernah hilang. Semoga foto yang ditemukan kembali ini menjadi jalan terbukanya kabar baik dan mempertemukan kembali keluarga yang telah puluhan tahun terpisah.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page