Luwu Timur, Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat komitmen pelestarian bahasa daerah melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur yang resmi dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Luwu Timur, Darmawan, di Aula Disdikbud Lutim, Selasa (13/10/2026).
Melalui FTBI, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Sekretaris Disdikbud Luwu Timur, Darmawan, mengapresiasi seluruh peserta yang telah berhasil melaju ke tingkat kabupaten. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru pendamping dan orang tua yang telah memberikan dukungan serta motivasi kepada para siswa.
“Anak-anak yang hadir di sini merupakan talenta terbaik untuk menampilkan keterampilan di bidang lomba masing-masing. Tentu ini semua berkat dorongan, dukungan, dan bantuan dari para guru pendamping serta orang tua,” ujar Darmawan.
Ia menegaskan, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenal, mempelajari, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangun rasa percaya diri, mengembangkan bakat, serta menanamkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah sejak usia dini.

Darmawan juga optimistis para peserta yang mewakili Luwu Timur mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan mempertahankan prestasi pada jenjang yang lebih tinggi. Ia menyebutkan, Luwu Timur selama ini memiliki rekam jejak prestasi yang baik dalam penyelenggaraan FTBI.
Sementara itu, Ketua Panitia FTBI Luwu Timur 2026, Lisnah, melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti sebanyak 329 peserta, terdiri atas 170 siswa SD negeri dan 159 siswa SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Luwu Timur.
Para peserta berkompetisi dalam empat cabang lomba, yakni mendongeng bahasa daerah, menulis cerpen bahasa daerah, komedi tunggal bahasa daerah, dan pidato bahasa daerah. Seluruh cabang lomba tersebut menggunakan bahasa Toraja dan Bugis.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, panitia membagi lokasi perlombaan berdasarkan jenjang pendidikan. Lomba tingkat SD dipusatkan di SD Negeri 238 Mallaulu, sedangkan perlombaan tingkat SMP berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Malili dan UPT SMP Negeri 2 Malili. (Fir/ikp-humas/kominfo-sp/LRP













