banner 720x90

Sosialisasi Bantuan Hibah Benih Padi dan Jagung, Pemkab Luwu Timur Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Hibah Benih Padi dan Jagung yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi (APBD I), dan APBD Kabupaten (APBD II). Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mangkutana 30/4/2026

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Luwu Timur, Rahmatullah Azis, S.TP., M.Si beserta tim, Sekretaris Camat Mangkutana Semuel N, S.IP, Koordinator BPP Mangkutana Jean Gloria Lengkong, SP., MP, para penyuluh pertanian, aparat desa se-Kecamatan Mangkutana, serta pengurus kelompok tani penerima program.

Dalam sambutannya, Koordinator BPP Mangkutana menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal tanam yang telah disepakati melalui rapat komisi irigasi dan forum tudang sipulung. Ia juga menyampaikan bahwa hasil panen di wilayah Mangkutana saat ini mulai bervariasi, dengan harga gabah yang relatif stabil bahkan mencapai Rp7.000 per kilogram.

Sementara itu, pihak kecamatan menyampaikan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah penguatan ketahanan pangan nasional, di mana peran penyuluh pertanian semakin strategis karena berada langsung di bawah naungan kementerian. Bantuan benih yang diberikan diharapkan menjadi stimulan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas, mengingat benih yang disalurkan merupakan varietas unggul yang harus diimbangi dengan penerapan paket teknologi pertanian yang tepat.

Selain itu, petani juga diimbau untuk menghindari alih fungsi lahan serta terus meningkatkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani demi keberhasilan program.

Dalam pemaparannya, perwakilan bidang tanaman pangan dan hortikultura menjelaskan bahwa penyediaan benih bersertifikat merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Berdasarkan data, luas lahan sawah di Luwu Timur mencapai sekitar 23 ribu hektare, dengan total luas tanam pada tahun 2025 mencapai 48 ribu hektare.

Pemerintah juga terus mendorong petani untuk mengembangkan penangkaran benih secara mandiri. Selain bantuan benih, berbagai dukungan lain seperti sarana dan prasarana pra dan pascapanen juga terus disalurkan.

Adapun total bantuan benih yang disiapkan pada tahun ini mencapai 335 ton dari APBN dan 155 ton dari APBD.

Untuk wilayah Mangkutana sendiri, luas tanam tercatat sekitar 1.916 hektare. Sementara itu, komoditas jagung juga terus didorong, termasuk di Desa Teromu yang menjadi desa binaan kepolisian dengan rencana tanam bersama Polres Luwu Timur.

Sekretaris Desa Teromu, S. Amri Bahri, S.H., M.H, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia menilai kegiatan ini sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada para petani terkait pemanfaatan bantuan secara optimal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena memberikan kejelasan kepada petani, khususnya di Desa Teromu, mengenai mekanisme penyaluran dan pemanfaatan benih bantuan. Harapannya, dengan adanya benih unggul ini, produktivitas petani dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Teromu siap mendukung program pemerintah daerah, termasuk dalam mengawal jadwal tanam yang direncanakan pada awal Juni, serta mendorong kelompok tani untuk tetap berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna mencapai hasil yang maksimal.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa bantuan benih tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan serta sarana dan prasarana yang diberikan harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, materi teknis yang disampaikan oleh narasumber menyoroti pentingnya pengaturan pola tanam guna menekan serangan hama. Mengingat indeks pertanaman (IP) 300 masih sulit diterapkan, petani dianjurkan untuk memajukan jadwal tanam sekitar satu bulan agar pendapatan lebih optimal sekaligus meminimalisir risiko serangan hama.

Pengendalian hama, khususnya tikus sebagai hama utama tanaman padi, juga menjadi perhatian serius. Petani diimbau untuk melakukan pengendalian terpadu, termasuk membersihkan sumber pakan hama seperti rumput dan sisa tanaman (singgang), guna memutus siklus perkembangannya.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyinkronkan penyaluran bantuan sekaligus memastikan seluruh pihak memahami mekanisme serta tujuan program, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Musdiana/LRP

banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90 banner 720x90

You cannot copy content of this page