Luwurayapos.com
Luwu Timur-Tomoni, Tanggul merupakan salah satu infrastruktur persungaian yang dibuat untuk menahan debit banjir disungai. Tanggul umumnya dibuat dari material pasir dan tanah, serta merupakan bangunan hidrolik yang selalu terkena gerusan atau infiltrasi akibat aliran air sungai.
Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tomoni, Kalaena Luwu Timur, mendapat perhatian Komisi 3 DPRD Luwu Timur dengan adanya Aspirasi Masyarakat terhadap ancaman tergerusnya Tanggul Sungai Tomoni.
Peninjauan lapangan Legislator Nasdem Dwi Heriyanto selaku Anggota DPRD Luwu Timur dari Komisi 3 lakukan peninjauan lapangan kerusakan Tanggul Sungai Tomoni yang di dampingi Kepala UPTD Pengairan Kalaena, Muhammad Saleh,ST. Selasa (10/12/2024)
Komisi 3 DPRD yang diwakili Dwi Heriyanto pada LuwuRayaPos ” peninjauan ke Tanggul Sungai Tomoni dengan adanya pengaduan Masyarakat terkait tergerusnya tanggul yang semakin rusak dan Sangat menghawatirkan akan dampak kalau tanggul Jebol tentunya sangat berdampak ke area persawahan dan ke pemukiman, lanjutnya lagi hasil peninjauan ini selanjutnya dikoordinasikan bersama Instansi terkait, tentunya yang punya kewenangan adalah Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, jelas Dwi Heriyanto,SH yang akrab disapa Hery.

Tingginya aliran dan banjir Sungai Tomoni mengakibatkan beberapa alur sungai mengalami perubahan aliran yang mengakibatkan kaki tanggul Banjir yang di bagian kiri adalah saluran pembuang, kemudian dampak kerusakan Tanggul banjir sungai Tomoni alur sungai yang masuk Desa Wonorejo Timur yang sudah tergerus dan terancam persawahan sekitar 100 Ha, belum lagi Desa Bangun jaya dan Desa Purwosari yang mengancam persawahan sekitar 150 Ha.

Adanya Masyarakat merasa keberatan terkait tanaman pada wilayah Sempadan Sungai yang dianggap menjadi daerah Lahan Perkebunan saat dilakukan sodetan dan Normalisasi, jelas Saleh Kepala UPTD Pengairan Kalaena.
PENYELESAIAN MASALAH
1. Perlunya dilakukan Penanggulangan Darurat dengan melakukan Sodetan atau Normalisasi pada alur sungai yang Kondisi Sungainya membentuk aliran yang baru.
2. Perbaikan tanggul Banjir yang sifatnya dapat menahan arus sungai sehingga tidak mudah Longsor
3. Perlunya Bangunan Pengarah,krib untuk mengatur arus air pada aliran sungai.
Peninjauan lapangan kerusakan Tanggul Banjir Sungai Tomoni turut hadir;
Perwakilan dari BBWS Pompengan Jeneberang, Kades Purwosari, BPD Purwosari dan Masyarakat Tani .
Liputan: Tim LuwuRayaPos













