Luwurayapos.com, Parepare – Turnamen Domino Wali Kota Cup Parepare yang seharusnya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi berakhir ricuh. Sejak dimulai pada Sabtu (6/9/2025), pelaksanaan turnamen ini menuai banyak protes dari peserta karena dinilai tidak terorganisir dengan baik.
Turnamen yang dibuka langsung oleh Wali Kota Parepare itu awalnya berlangsung meriah. Jumlah peserta pun cukup besar, mencapai 1.478 pasangan atau 2.956 orang, sehingga menjadikannya salah satu kompetisi domino terbesar di Parepare. Peserta dibagi ke dalam tujuh zona pertandingan, yakni A hingga G, dengan jadwal berbeda.

Namun, sejak sesi pertama, sejumlah atlet mengeluhkan jadwal dan zona pertandingan yang tidak jelas. Banyak peserta kebingungan mencari lawan, hingga sebagian pertandingan berakhir hanya lewat walk out (WO).
Situasi semakin memanas pada sesi kedua di malam hari. Sejumlah atlet kembali protes karena nama mereka tidak tercantum dalam bagan maupun daftar pertandingan. Kondisi ini memaksa panitia menunda laga hingga Minggu (7/9/2025).
Sayangnya, penundaan itu tidak menyelesaikan masalah. Pada hari kedua, sejumlah peserta kembali tidak menemukan nama mereka dalam daftar resmi. Suasana pun kian panas karena ketua panitia tidak hadir di lokasi. Peserta menilai panitia tidak bertanggung jawab atas amburadulnya penyelenggaraan.

Kemarahan pun memuncak. Sejumlah atlet meluapkan kekecewaan dengan merusak papan pembatas meja dan menarik spanduk turnamen. Mereka juga menuntut panitia mengembalikan biaya pendaftaran serta mengganti biaya akomodasi yang sudah dikeluarkan. Bahkan, beberapa peserta mendatangi rumah jabatan Wali Kota Parepare untuk meminta pertanggungjawaban langsung atas kegagalan turnamen tersebut.
(Tim-LRP)













