Luwu Timur, Luwurayapos.com – Kelompok Pecinta Alam (KPA) Mahameru bersama PLH Karst dan sejumlah pihak terkait telah melaksanakan kegiatan Pobamba Expedition, sebuah ekspedisi alam terbuka yang bertujuan melakukan eksplorasi, pemetaan, serta konservasi jalur awal Gunung Pobamba, puncak tertinggi di Kabupaten Luwu Timur.
Gunung Pobamba memiliki ketinggian sekitar 2.473 mdpl dan hingga kini belum memiliki jalur pendakian resmi.
Gunung ini terletak di Desa Batu Putih, Kabupaten Luwu Timur, dengan titik awal pendakian dari Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni. Ekspedisi ini menjadi langkah awal pendataan sebagai dasar pengelolaan dan pengembangan kawasan secara bertanggung jawab.
Berdasarkan informasi awal dan interpretasi peta, karakter medan Gunung Pobamba didominasi hutan hujan tropis dengan vegetasi lebat, semak belukar dan tumbuhan berduri, punggungan serta lereng curam dengan kontur tidak beraturan, serta potensi sungai kecil, mata air, dan area lembah.
Medan yang belum terpetakan secara detail dan minim jejak aktivitas manusia tersebut menuntut kesiapan fisik, kemampuan navigasi, serta manajemen risiko yang matang dari tim ekspedisi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Februari ini bersifat non-komersial. Tim melakukan eksplorasi medan secara bertahap dan sistematis, membuka jalur awal secara manual dan terbatas dengan prinsip konservasi, melakukan pendataan jalur melalui tracklog, waypoint, elevasi, serta titik-titik penting, sekaligus mendokumentasikan kondisi alam, vegetasi, dan potensi sumber air di sepanjang jalur.
Selain itu, ekspedisi ini juga bertujuan menghimpun data awal sebagai bahan rekomendasi pembukaan jalur pendakian resmi Gunung Pobamba ke depan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi berjumlah sekitar lima hingga enam orang, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Struktur tim terdiri dari Ketua Tim/Expedition Leader Faisal Tanjung, Navigator/Mapping Muh. Farhan, bagian Logistik Muh. Farhan A, Medis Muh. Afrizal, serta Dokumentasi Muh. Alam.
Ketua Tim/Expedition Leader Pobamba Expedition, Faisal Tanjung, kepada Tim Liputan Luwurayapos, Selasa (10/2/2026), mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pendakian, tetapi lebih pada upaya ilmiah dan konservasi.
“Ekspedisi ini kami rancang untuk mendapatkan data awal yang akurat tentang jalur, kondisi medan, serta potensi sumber daya alam Gunung Pobamba. Karena belum ada jalur resmi, kami ingin memastikan setiap langkah yang dilakukan tetap mengedepankan keselamatan dan prinsip konservasi lingkungan,” ujarnya.
Penyelenggara menegaskan bahwa Pobamba Expedition mengedepankan prinsip keselamatan, konservasi lingkungan, serta etika kegiatan alam bebas. Diharapkan, hasil ekspedisi ini dapat menjadi bahan rujukan awal sekaligus mendukung upaya pelestarian kawasan pegunungan di Kabupaten Luwu Timur.
Musdiana/LRP













