banner 720x90

Anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto Dorong Perlindungan Petani dan Penguatan Konsumsi Beras Lokal Luwu Timur

Bandung, Luwurayapos.com – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Aprianto Mappe, mengikuti kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Luwu Timur ke Kabupaten Bandung dalam rangka pembahasan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, kamis (14/5/2026).

Kunjungan tersebut diikuti seluruh anggota pansus bersama Wakil Ketua II DPRD selaku koordinator pansus Hj.
Harisa Suhardjo serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ina Dewi Kania, MP.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung memaparkan berbagai program dukungan terhadap petani, mulai dari kartu tani, bantuan modal usaha, bantuan sarana dan prasarana pertanian hingga skema stabilisasi harga hasil panen.

Aprianto Mappe menilai, sejumlah program yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bandung dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani di Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, akses modal yang memadai menjadi salah satu kebutuhan utama petani agar proses produksi pertanian dapat berjalan optimal hingga masa panen.

“Petani membutuhkan dukungan nyata, terutama akses modal, bantuan sarana pertanian dan jaminan harga hasil panen agar kesejahteraan mereka bisa meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan stabilisasi harga guna mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, terutama saat panen raya ketika harga hasil pertanian cenderung mengalami penurunan.

“Tanpa mekanisme stabilisasi harga, petani sering menjual hasil panennya saat harga turun. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius agar petani tidak terus dirugikan,” jelasnya.

Selain itu, Aprianto Mappe mendorong agar BUMD dan Koperasi Merah Putih nantinya dapat berperan aktif menjadi mitra petani dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi hasil pertanian lokal.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan konsumsi beras produksi lokal Luwu Timur sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur diharapkan dapat ikut menggunakan beras hasil petani lokal untuk kebutuhan konsumsi karyawan maupun operasional perusahaan.

“Ke depan kita berharap konsumsi beras lokal semakin meningkat dan menjadi prioritas di daerah sendiri. Ini langkah konkret membantu petani sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page