banner 720x90

Komisi I DPRD Luwu Timur Kunjungi Dua Dinas Perpustakaan, Dalami Program Literasi

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Komisi I DPRD Kabupaten Luwu Timur melakukan kunjungan konsultasi ke dua instansi perpustakaan, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali berbagai program, inovasi, serta strategi pengembangan perpustakaan yang dapat menjadi referensi dalam memperkuat budaya literasi di Kabupaten Luwu Timur.

Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, mengatakan kunjungan ke dua lokasi tersebut memberikan banyak masukan penting terkait pengelolaan perpustakaan dan pengembangan program literasi.

“Kunjungan kami di dua tempat, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros dan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Ada banyak hal yang kami dapatkan untuk menjadi bahan masukan dalam pengembangan perpustakaan di Luwu Timur,” ujar Rusdi.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah penerapan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Konsep ini menempatkan perpustakaan bukan sekadar sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui TPBIS, perpustakaan diharapkan mampu membuka akses pengetahuan seluas-luasnya kepada masyarakat dan menjadikan pengetahuan tersebut sebagai modal untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta kesejahteraan.

“Perpustakaan tidak lagi hanya tempat membaca buku. Perpustakaan harus menjadi ruang tumbuh masyarakat, tempat belajar, berkarya, meningkatkan keterampilan, bahkan membantu masyarakat mendapatkan solusi terhadap persoalan kehidupan,” jelasnya.

Rusdi menilai konsep tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan program yang tepat dan dukungan berbagai pihak, perpustakaan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan berbasis pengetahuan.

Ia berharap hasil konsultasi di Kabupaten Maros dan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dapat menjadi referensi bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menyusun serta mengembangkan program literasi yang lebih inovatif.

“Harapan kami, apa yang kami dapatkan dari dua kunjungan ini bisa dikembangkan di Luwu Timur. Kita ingin perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkasnya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page