banner 720x90

Disdikbud dan K3S Luwu Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Empat Wilayah

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Kepedulian terhadap peserta didik yang terdampak musibah kembali ditunjukkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Luwu Timur bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kabupaten Luwu Timur.

Dipimpin Kepala Disdikbud Luwu Timur, Raoda K, jajaran Disdikbud dan K3S turun langsung mengunjungi korban kebakaran di empat titik wilayah, Kamis (20/8/2026).

Rombongan turut didampingi Kabid Dikdas Agus Saman, Ketua K3S Luwu Timur Hardianto, serta Bendahara K3S Rani Rais.

Empat lokasi yang dikunjungi berada di wilayah Malili, Angkona, Wotu, dan Tomoni. Selain melihat langsung kondisi para korban, rombongan juga menyerahkan bantuan, khususnya kepada siswa yang terdampak musibah.

Raoda K mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran pendidikan terhadap siswa dan keluarga yang sedang menghadapi musibah.

“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial kami bersama K3S. Kami ingin memastikan siswa yang terdampak musibah tetap mendapatkan perhatian,” ujar Raoda.

Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya berupa kerugian material, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas belajar serta kondisi psikologis anak. Karena itu, dunia pendidikan perlu hadir memberikan dukungan kepada peserta didik yang mengalami musibah.

“Kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya berhenti pada proses belajar mengajar di sekolah. Ketika peserta didik tertimpa musibah, lingkungan pendidikan juga harus hadir memberikan dukungan,” katanya.

Raoda juga mengajak sekolah-sekolah di Luwu Timur untuk memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Dalam kesempatan ini, saya juga mengimbau sekolah-sekolah menginisiasi kegiatan sosial. Misalnya lewat sedekah Jumat yang dananya bisa digunakan ketika ada siswa yang tertimpa musibah,” ungkapnya.

Aksi tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban korban, tetapi juga menumbuhkan budaya saling membantu dan gotong royong di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Disdikbud bersama K3S menegaskan bahwa perhatian terhadap peserta didik merupakan tanggung jawab bersama, termasuk ketika mereka menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page