Luwu Timur, Luwurayapos.com – Persoalan antrean pengisian BBM jenis Pertalite kembali menjadi perhatian masyarakat di SPBU Tomoni 7/9/2026
Dari hasil pantauan Tim Liputan Luwurayapos, masih terlihat kendaraan roda dua yang diduga telah melakukan pengisian BBM kemudian kembali masuk ke dalam antrean untuk melakukan pengisian berikutnya.
Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penyebab antrean sulit terurai, terlebih ketika jumlah kendaraan yang membutuhkan BBM cukup banyak.
Sementara itu, untuk pengisian kendaraan roda dua, standar pengisian yang diterapkan adalah maksimal lima liter dalam satu kali pengisian.
Selain persoalan kendaraan yang diduga kembali mengantre setelah melakukan pengisian, ketertiban dalam mekanisme antrean juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap kendaraan yang sudah berada di belakang antrean tetap dilayani sesuai urutan dan tidak mengambil jalur dari depan.
Pelayanan dari arah depan antrean diharapkan tidak dilakukan, kecuali untuk kondisi yang benar-benar urgent atau bagi anak sekolah yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas pendidikannya.
Hal tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap konsumen yang telah menunggu dalam antrean.
“Bagaimana mau memutus antrean kalau kendaraan yang sudah melakukan pengisian BBM Pertalite masih kembali masuk ke antrean?” menjadi pertanyaan yang muncul dari kondisi di lapangan.
Tim Liputan Luwurayapos menegaskan bahwa persoalan yang disoroti bukan mengenai larangan masyarakat mendapatkan BBM, melainkan ketertiban, keadilan, dan kelancaran antrean, sehingga seluruh masyarakat yang telah menunggu dapat memperoleh pelayanan dengan baik.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU dapat menerapkan mekanisme pelayanan secara tertib, konsisten dan transparan, termasuk mengatur kendaraan yang kembali masuk antrean serta membatasi pelayanan dari arah depan, kecuali dalam kondisi yang memang bersifat mendesak.
Dengan adanya ketertiban dan kerja sama antara petugas serta masyarakat, diharapkan antrean BBM di SPBU Tomoni dapat lebih cepat terurai dan tidak merugikan konsumen lainnya.
Tim Liputan Luwurayapos akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi antrean dan pelayanan BBM di SPBU Tomoni sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Musdiana/LRP













