banner 720x90

Kadis Disdagkop-UKMP Lutim Temukan Langsung Penyalahgunaan Barcode di SPBU Malili

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP) Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktovianus, menemukan langsung adanya kendaraan yang mencoba melakukan pengisian BBM bersubsidi lebih dari haknya di SPBU Malili, 11/9/2026

Temuan tersebut diketahui saat Senfry melakukan pemantauan langsung proses pelayanan dan mengecek pembacaan barcode pada operator SPBU.

Dalam pemeriksaan, sistem barcode dapat menunjukkan apakah kendaraan tersebut telah melakukan pengisian sebelumnya. Selain itu, data kendaraan yang terdaftar, termasuk foto kendaraan, juga dapat terlihat sehingga penggunaan barcode milik kendaraan lain dapat diketahui.

Saat melakukan pemeriksaan langsung, Senfry menemukan sebuah Toyota Rush yang barcode-nya menunjukkan status sudah melakukan pengisian. Artinya, kendaraan tersebut sebelumnya telah mendapatkan BBM dan tidak lagi memiliki hak untuk melakukan pengisian penuh pada saat itu.

Senfry kemudian langsung menegur pengemudi dan menyampaikan bahwa riwayat pengisian kendaraan tersebut telah terbaca melalui sistem.

Karena kendaraan dalam kondisi membutuhkan BBM untuk dapat melanjutkan perjalanan, Senfry memberikan pengisian sebanyak 10 liter dan meminta pengemudi meninggalkan area SPBU.

“Saya cek langsung barcode yang dibaca operator. Kalau belum pernah mengisi, statusnya terlihat. Kalau sudah mengisi, juga terlihat. Bahkan kalau menggunakan barcode orang lain, data dan foto kendaraannya bisa diketahui,” ujar Senfry.

Tidak hanya Toyota Rush, dalam pemeriksaan tersebut Senfry juga menemukan kendaraan Toyota Avanza yang menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang datang melakukan pengisian.

Temuan langsung tersebut menunjukkan bahwa sistem barcode dapat menjadi alat penting dalam mengawasi penyaluran BBM bersubsidi sekaligus mendeteksi upaya pengisian berulang maupun penggunaan barcode milik kendaraan lain.

Senfry menegaskan kepada seluruh operator SPBU agar menjalankan prosedur dengan benar dan tidak memberikan celah bagi pihak yang mencoba menyalahgunakan aturan.

“Saya minta semua operator bekerja sama. Jangan ada yang bermain mata dengan pelangsir. Setiap kendaraan harus diperiksa dengan baik, karena kita ingin BBM bersubsidi ini benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Menurut Senfry, pengawasan tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean panjang yang salah satunya dapat terjadi akibat adanya kendaraan yang mencoba melakukan pengisian lebih dari sekali.

Ia juga meminta masyarakat mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak mencoba menggunakan barcode kendaraan lain untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami bukan ingin mempersulit masyarakat. Justru kita ingin pelayanan tertib, antrean normal dan masyarakat yang memang berhak mendapatkan BBM bisa terlayani,” pungkasnya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page