Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, pihak Pertamina Patra Niaga, serta para pengelola SPBU.
Kepala Disdagkop UKMP Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengatakan pemerintah bersama pengelola SPBU dan penyuluh pertanian telah menyepakati komitmen bersama untuk mengoptimalkan pelayanan distribusi BBM bersubsidi kepada petani.
“Melalui pertemuan ini, kami bersama pengelola SPBU dan penyuluh pertanian menyepakati komitmen untuk meningkatkan pelayanan distribusi BBM bersubsidi kepada petani,” ujar Senfry.
Ia menjelaskan, salah satu poin kesepakatan tersebut adalah pengaturan waktu pelayanan pengambilan BBM bagi petani. Waktu pelayanan akan diatur oleh masing-masing pengelola SPBU, baik pagi maupun siang hari, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, rapat tersebut juga membahas pengaturan alokasi BBM berdasarkan kebutuhan kegiatan pertanian. Untuk keperluan penanaman, alokasi maksimal ditetapkan sebanyak dua jerigen per hari bagi setiap pemilik barcode. Sementara untuk kebutuhan panen, alokasi maksimal sebanyak tiga jerigen per hari.
Senfry menambahkan, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi akan terus ditingkatkan dengan melibatkan penyuluh pertanian. Mereka akan membantu memantau kebutuhan petani secara langsung agar penyaluran BBM sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Apabila ditemukan adanya kelebihan kuota atau ketidaksesuaian antara alokasi BBM dengan kebutuhan riil petani, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyesuaian penerbitan barcode berikutnya agar penyaluran lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Melalui kesepakatan tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga berharap pengaturan pelayanan dan peningkatan pengawasan ini dapat mengurangi kendala yang selama ini dikeluhkan petani, khususnya dalam memperoleh BBM untuk menunjang kegiatan penanaman hingga panen.
Dengan demikian, ketersediaan dan penyaluran BBM bersubsidi diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pertanian serta meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Luwu Timur.
Deny/LRP













