Luwu Timur, Luwurayapos.com – Hembusan angin kencang yang terjadi pada Kamis malam (20/11/2025) menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Tabaroge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, mengalami kerusakan. Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Luwurayapos.com di lokasi, terdapat delapan rumah terdampak, terdiri atas lima rumah rusak parah dan tiga rumah rusak ringan. Warga bersama aparat desa saat ini bergotong-royong memasang tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara.
Salah satu warga yang terdampak, Anto, mengalami kerusakan pada rumah yang ditinggali bersama istri dan kedua anaknya. Sementara itu, pemilik rumah yang mengalami kerusakan lainnya tercatat atas nama Bakri, Basri, Muh. Nasir, Haji Ali, Abbas, dan Herman.
Istri Anto menceritakan detik-detik saat kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.00 WITA ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
“Saya mendengar suara kayu patah, lalu saya langsung mengambil anak saya yang masih di ayunan. Untung saya cepat ambil, hampir anakku tertimpa kayu. Karena pas saya angkat anakku, justru saya yang kena kayu yang jatuh,” ujarnya.

Sejumlah atap rumah warga terangkat dan terlempar akibat kuatnya pusaran angin. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materi diperkirakan cukup besar.
Kepala Desa Tabaroge yang memantau langsung kondisi di lapangan menyampaikan bahwa pemerintah desa segera melakukan pendataan lengkap atas kerusakan rumah warga.
“Kami bersama aparat desa langsung turun ke lapangan untuk mendata rumah warga yang terdampak. Saat ini kami fokus memastikan keselamatan warga dan mengajukan laporan ke kecamatan serta Dinas Sosial agar bantuan bisa segera disalurkan,” ujar Kades Tabaroge, Jumat (21/11/2025).
Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir masih tidak menentu.
“Kami minta warga tetap berhati-hati dan segera melapor jika ada kondisi darurat di lingkungannya,” tambahnya.
Sementara itu, warga bersama aparat desa terus melakukan pembersihan puing dan memperbaiki rumah yang rusak sambil menunggu bantuan lanjutan dari pihak terkait.
Musdiana / RED / LRP













