banner 720x90

Kakan Kemenag Luwu Timur Hadiri Perdana Seminar Internasional 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy

Gowa, Luwurayapos.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur, Rusdidaming, menghadiri agenda kedinasan pertamanya sejak resmi menjabat dengan mengikuti Seminar Internasional bertema “400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy: Warisan Keislaman, Perjuangan Kemanusiaan, dan Diplomasi Peradaban Dunia” yang berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama UIN Alauddin Makassar, Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassariy (AMSY), dan Kabar Grup Indonesia (KGI) Network tersebut dihadiri seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Bagi Rusdidaming, kehadiran pada seminar internasional ini menjadi agenda resmi perdana setelah menerima amanah sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat koordinasi dan sinergi antarsatuan kerja Kementerian Agama di Sulawesi Selatan.

Seminar internasional ini digelar untuk mengenang 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassariy, ulama besar asal Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam, pejuang kemanusiaan, dan pahlawan nasional yang kiprahnya diakui hingga tingkat dunia.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, hadir sebagai keynote speaker pada Dialog Budaya dalam rangka Pre-Event Festival Aksara Lontara Vol. VII yang dirangkaikan dengan seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassariy merupakan sosok ulama Nusantara yang berhasil membawa nilai-nilai Islam melampaui batas geografis, budaya, dan peradaban dunia.

“Syekh Yusuf Al-Makassariy merupakan salah satu ulama besar Nusantara yang berhasil membawa nilai-nilai Islam melampaui batas geografis, budaya, dan peradaban dunia. Keteladanan beliau dalam dakwah tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan beragama pada masa kini dan masa depan,” ujar Menag.

Selain menjadi ajang akademik, seminar ini juga menjadi forum strategis dalam memperkuat pemahaman mengenai moderasi beragama, dialog antarperadaban, serta diplomasi kebudayaan yang telah dicontohkan Syekh Yusuf Al-Makassariy selama perjuangannya, termasuk ketika berdakwah hingga ke Afrika Selatan.

Herman/LRP

Gowa, Luwurayapos.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur, Rusdidaming, menghadiri agenda kedinasan pertamanya sejak resmi menjabat dengan mengikuti Seminar Internasional bertema “400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy: Warisan Keislaman, Perjuangan Kemanusiaan, dan Diplomasi Peradaban Dunia” yang berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama UIN Alauddin Makassar, Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassariy (AMSY), dan Kabar Grup Indonesia (KGI) Network tersebut dihadiri seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Bagi Rusdidaming, kehadiran pada seminar internasional ini menjadi agenda resmi perdana setelah menerima amanah sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat koordinasi dan sinergi antarsatuan kerja Kementerian Agama di Sulawesi Selatan.

Seminar internasional ini digelar untuk mengenang 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassariy, ulama besar asal Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam, pejuang kemanusiaan, dan pahlawan nasional yang kiprahnya diakui hingga tingkat dunia.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, hadir sebagai keynote speaker pada Dialog Budaya dalam rangka Pre-Event Festival Aksara Lontara Vol. VII yang dirangkaikan dengan seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassariy merupakan sosok ulama Nusantara yang berhasil membawa nilai-nilai Islam melampaui batas geografis, budaya, dan peradaban dunia.

“Syekh Yusuf Al-Makassariy merupakan salah satu ulama besar Nusantara yang berhasil membawa nilai-nilai Islam melampaui batas geografis, budaya, dan peradaban dunia. Keteladanan beliau dalam dakwah tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan beragama pada masa kini dan masa depan,” ujar Menag.

Selain menjadi ajang akademik, seminar ini juga menjadi forum strategis dalam memperkuat pemahaman mengenai moderasi beragama, dialog antarperadaban, serta diplomasi kebudayaan yang telah dicontohkan Syekh Yusuf Al-Makassariy selama perjuangannya, termasuk ketika berdakwah hingga ke Afrika Selatan.

Herman/LRP

You cannot copy content of this page