Luwu Timur, Luwurayapos.com — Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, mengalami kelangkaan 24/1/2026
Berdasarkan pantauan langsung Tim Liputan Luwurayapos, sejumlah pengecer BBM di wilayah tersebut dilaporkan kehabisan stok, Jumat (24/1/2026).
Kelangkaan ini telah dirasakan warga sejak beberapa hari terakhir, namun kondisi terparah terjadi hari ini.
Masyarakat mengaku harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain untuk mencari BBM. Bahkan, sebagian warga terpaksa menempuh jarak ke kecamatan lain demi mendapatkan bahan bakar, itupun dengan harga yang jauh di atas normal, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp35 ribu per botol.
“Sudah beberapa pengecer kami datangi, semuanya kosong. Pertalite dan Pertamax tidak ada,” ujar seorang warga Tomoni sambil mendorong kendaraannya akibat kehabisan BBM.
Kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, khususnya pengendara roda dua dan roda empat yang selama ini bergantung pada pasokan dari pengecer. Warga juga mengeluhkan terganggunya aktivitas ekonomi dan mobilitas harian akibat sulitnya memperoleh bahan bakar.
Namun, kuat dugaan kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi pasokan ke wilayah Tomoni, yang disebut-sebut tertahan akibat penutupan akses jalan oleh aksi demonstrasi di sejumlah titik.
Musdiana/LRP













