Luwu Timur, Luwurayapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan rapat koordinasi penanganan tanggul jebol yang menyebabkan banjir di Desa Balo-Balo serta abrasi pantai di Pantai Lemo, Dusun Lemo, Desa Mabonta, bersama sejumlah instansi terkait, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BPBD tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektorat, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.
Dalam rapat tersebut dibahas langkah-langkah penanganan darurat di masing-masing lokasi. Untuk Desa Balo-Balo, Dinas PUPR menyampaikan rencana penanganan infrastruktur melalui kegiatan normalisasi sungai pada titik-titik yang mengalami pendangkalan serta penyumbatan aliran air. Selain itu, akan dibangun tanggul darurat di lokasi rawan guna mengantisipasi luapan air saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, untuk wilayah Pantai Lemo Dusun Lemo Desa Mabonta, hasil rapat menyepakati bahwa pemerintah desa diminta melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat yang bermukim di kawasan rawan abrasi. Dinas PUPR juga akan membangun tanggul sementara di sepanjang pesisir pantai yang terdampak, dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat.
Sebagai tindak lanjut, BPBD bersama Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa melakukan peninjauan langsung di kawasan Pantai Lemo Dusun Lemo Desa Mabonta untuk memastikan tingkat abrasi serta menghitung kebutuhan material dalam pembangunan tanggul darurat.
BPBD juga mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta terus memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi potensi banjir dan abrasi susulan.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh instansi dapat bergerak cepat, terarah, dan terpadu dalam upaya penanganan serta pengurangan risiko bencana di wilayah terdampak.
Musdiana/LRP














