banner 720x90

Bulog Mangkutana Imbau Petani Luwu Timur Tidak Terburu-Buru Panen Padi

Luwu Timur, Luwurayapos.com — Bulog Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur yang berada di bawah Cabang Bulog Palopo, mengimbau para petani agar tidak terburu-buru memanen padi pada musim tanam tahun ini. Hal itu disampaikan setelah hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih banyak tanaman padi yang belum menguning merata dan belum mencapai tingkat kematangan ideal.

Salah satu lokasi pemantauan adalah Desa Lera, Kecamatan Wotu. Di daerah tersebut, sebagian petani diketahui telah mulai memanen Pada wakti itu meski kondisi padi masih terlihat hijau.

Asisten Manager Pengadaan Komoditas Bulog Cabang Palopo, Riviyanti Rasyid, menegaskan bahwa panen terlalu dini dapat merugikan petani.

“Kami meminta petani untuk menunggu hingga tingkat kematangan gabah mencapai 90 hingga 95 persen. Jika dipanen saat masih banyak yang hijau, gabah menjadi ringan, kualitas turun, dan tentu akan merugikan petani,” ujar Riviyanti, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, gabah yang dipanen saat masih muda memiliki kualitas rendah dan rentan mengalami kerusakan saat disimpan. Selain itu, nilai jual gabah juga akan turun.

Dalam pemantauan di lapangan, Bulog menggunakan alat pengukur kadar air gabah (Moisture Meter) untuk memastikan kesesuaian standar kualitas gabah yang akan diserap.

“Kadar air yang masih tinggi dapat menyebabkan gabah mudah rusak dan membutuhkan pengeringan tambahan. Karena itu, alat ini sangat penting untuk menentukan kelayakan gabah,” tambahnya.

Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan dengan menyerap gabah berkualitas dari para petani. Karena itu, pihaknya berharap petani dapat terus berkoordinasi dengan kelompok tani maupun penyuluh untuk menentukan waktu panen terbaik.

“Kami siap menyerap hasil panen masyarakat. Namun, kami mengimbau agar petani mengikuti rekomendasi teknis agar produksi tetap optimal dan keuntungan petani lebih maksimal,” tutup Riviyanti.

Bulog juga menyampaikan beberapa konsekuensi yang dapat terjadi jika petani memanen padi sebelum waktunya:

  1. Kualitas Beras Menurun
    Banyak menghasilkan butir beras mengapur (putih seperti kapur) dan butir hijau.
  2. Rendemen Rendah
    Jumlah beras yang dihasilkan setelah penggilingan lebih sedikit.
  3. Tingkat Butir Patah Lebih Tinggi
    Gabah muda mudah pecah setelah dikeringkan dan digiling.
  4. Kadar Air Tinggi
    Berisiko rusak dan berjamur dalam penyimpanan jika tidak dikeringkan dengan baik.

Bulog berharap seluruh pihak, termasuk petani di wilayah Luwu Raya, bersama-sama menjaga kualitas hasil pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
(Tim-LRP)

You cannot copy content of this page