banner 720x90

Dinas Pertanian Luwu Timur Siapkan Irigasi Perpompaan Hadapi Dampak El Nino

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur terus melakukan langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino, khususnya potensi kekeringan dan krisis air yang dapat memengaruhi sektor pertanian.

Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur melalui Rakhsan.R Kabid PSP Dinas Pertanian dan ketahanan pangan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) melalui program bantuan APBN sebagai salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Terkait hal kekeringan, kami sudah menyiapkan bantuan Irigasi Perpompaan atau IRPOM melalui bantuan APBN,” ujar Raksan 30/8/2026

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi dampak El Nino, terutama ketika terjadi penurunan curah hujan.

Raksan menjelaskan, terdapat sejumlah harapan dari langkah antisipasi tersebut. Pertama, pemerintah dan masyarakat semakin siap menghadapi dampak El Nino melalui berbagai langkah antisipasi terhadap kekeringan dan krisis air.

Kedua, ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga, terutama melalui optimalisasi jaringan irigasi tersier dan irigasi perpompaan.

Ketiga, produksi pertanian dan ketahanan pangan tetap terjaga, meskipun terjadi penurunan curah hujan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Luwu Timur, khususnya bagi kelompok tani yang berada di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan sumber air saat musim kemarau.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Firman Udding turut mendorong percepatan program irigasi bagi kelompok tani di Desa Pongkeru. Ia menyebut terdapat bantuan IRPOM secara swakelola untuk 10 kelompok tani, yang saat ini telah memasuki proses pelaksanaan.

Selain itu, program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) juga direncanakan bagi empat kelompok tani di Desa Pongkeru. Nantinya akan dilakukan uji geolistrik oleh tim untuk mengetahui potensi sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan.

Firman berharap program tersebut segera terealisasi dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

Di tengah kondisi kemarau, ia juga mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar dan memperbanyak doa agar hujan segera turun.

“Semoga dalam waktu dekat ini segera ada hujan,” harapnya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page