banner 720x90

DPRD dan Dinas Pertanian Perjuangkan Irigasi untuk Petani Pongkeru Hadapi Kekeringan

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Menghadapi kondisi kekeringan yang mulai berdampak terhadap lahan pertanian, kebutuhan akan ketersediaan air menjadi perhatian serius. Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Firman Udding, bersama Dinas Pertanian terus mendorong penguatan sistem irigasi bagi kelompok tani di Desa Pongkeru.

Firman Udding menyampaikan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung dan berkomitmen memperjuangkan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) serta Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) bagi petani di Desa Pongkeru.

“Insyaallah kita perjuangkan bersama Dinas Pertanian. Ada bantuan IRPOM secara swakelola untuk 10 kelompok tani di Desa Pongkeru dan saat ini sudah dalam proses pelaksanaan,” ujar Firman 30/8/2026

Selain IRPOM, program JIAT juga direncanakan menyasar empat kelompok tani di Desa Pongkeru. Nantinya, tim teknis akan melakukan uji geolistrik untuk mengetahui potensi sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur melalui Rakhsan.R Kabid PSP Dinas Pertanian dan ketahanan pangan membenarkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan.

“Terkait hal kekeringan, kami sudah menyiapkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) melalui bantuan APBN,” jelas Raksan.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani mendapatkan sumber air alternatif sehingga aktivitas pertanian tetap dapat berjalan di tengah kondisi musim kemarau.

Firman menegaskan, program irigasi tersebut sangat penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian, sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas petani.

“Kita terus memperjuangkan program IRPOM, irigasi perpompaan dan jaringan irigasi pertanian bagi kelompok tani di Desa Pongkeru. Program ini sangat penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau,” katanya.

Ia berharap seluruh proses program dapat segera berjalan dan direalisasikan di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh kelompok tani.

Di tengah kondisi kemarau, Firman juga mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar dan memperbanyak doa agar hujan segera turun.

“Kita perbanyak doa, semoga dalam waktu dekat ini segera ada hujan,” pungkasnya.

Musdiana/LRP

You cannot copy content of this page