Luwurayapos.com, Luwu Timur – SDN 152 kalaena kiri 2 kecamatan kalaena kabupaten Luwu Timur Juga diwarnai kebabyakan Bapak-bapak yang mengantar anak kesekolah dihari pertama sekolah dan sesuai imbauan yang ditujukan kepada Ayah/Wali Murid untuk bisa mengantarkan anaknya hari pertama masuk sekolah dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Di kabupaten Luwu Timur Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah mulai, Senin (14/07/2025). Pada kegiatan KMB hari pertama tersebut Pemerintah kabupaten Luwu Timur melalui himbauan Nomor 400.13.26.2/111/V11DPPKB
tertanggal 11 Juli 2025 sebagaimana dikutip mengemukakan, Kepada Yth. Kepala PAUD/SD/SMP Negeri dan Swasta
maka disampaikan kepada Saudara untuk menyukseskan program kegiatan dimaksud dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

- Menghimbau pelaksanaan kegiatan “Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah” bagi peserta didik pada satuan pendidikan masing-masing pada hari Senin, 14 Juli 2025;
- Melakukan kepada ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI);
- Menginformasikan kepada Ayah/Wali dari Murid untuk mengantarkan anak nya sampai di halaman sekolah;
- Melakukan Dokumentasi Kegiatan, baik berupa foto, video, maupun testimoni dan membagikan melalui media social pribadi maupun sekolah dan kanal komunikasi masing-masing satuan pendidikan.
Kepala sekolah SDN 152 Kalaena kiri berikan tanggapan mengenai gerakan Ayah Teladan Indonesia yang diimabau langsung oleh Bupati Luwu Timur

“saya sangat mendukung kegiatan seperti ini agar rasa semangat anak-anak tumbuh untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena seluruh bapak-bapak yang mengantarkan anaknya dengan penuh semangat dan rasa gembira sehingga dapat memacu anak-anak tambah bahagia didampingi oleh orang tuanya ke sekolah program ini sangat bagus dan sangat memotivasi seluruh orang tua terutama ayah-ayah anak Didik kami semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan” jelas kepala sekolah SDN 152 Kalaena kiri 14 Juli 2025
Kepala sekolah juga mengatakan bahwa Hal ini sebagai wujud tanggung jawab dan peran serta Ayah dalam mendampingi anaknya masuk sekolah untuk mendukung Program Pemerintah Gerakan Ayah mengantar anak sekolah
Kepala sekolah juga menegaskan, Perlu diingat bahwa kegiatan bukan berarti yang tidak memiliki ayah tidak dapat kesekolah, namaun di SD 152 kalaena itu bahwa anak-anak yang korban perceraian ataupun ditinggal meninggal ayahnya maka mereka diantarkan oleh ibunya dan apabila orang tuanya tidak ada maka kakek atau nenek pun yang biasa mengantarkan dan menjemput mereka pada saat mereka pulang sekolah
(Musdiana-LRP)













