Hal tersebut mencuat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Program Strategis Kementerian Pertanian sekaligus Tanam Perdana PM-AAS Kabupaten Luwu Timur, yang berlangsung di Desa Lera Kec. Wotu, yang juga dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdakop), Senfry Oktavianus, selasa (3/11/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Senfry menyatakan kesiapannya untuk membantu menindaklanjuti keluhan masyarakat yang sebelumnya disampaikan langsung kepada Bupati Luwu Timur terkait sulitnya petani memperoleh BBM untuk menunjang aktivitas pertanian.
Bahkan, Bupati Luwu Timur telah meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi dan diselesaikan dalam waktu satu minggu.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Senfry berencana memanggil pihak Pertamin dan SPBU untuk membahas berbagai kendala yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan BBM.
“Kami siap menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sulitnya petani mendapatkan BBM. Sesuai arahan Bupati, persoalan ini diminta segera diselesaikan dalam waktu satu minggu.
Kami akan memanggil pihak Pertamina dan SPBU untuk membahas kendala yang terjadi sekaligus mencari solusi, agar kebutuhan BBM petani dapat terpenuhi dan tidak menghambat aktivitas pertanian.”ujar Senfry Oktavianus
Langkah ini dilakukan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara jelas, sekaligus mencari solusi bersama sehingga kebutuhan BBM bagi petani bisa terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Senfry berharap melalui koordinasi dan komunikasi dengan pihak Pertamina dan SPBU, permasalahan tersebut dapat segera ditangani dan tidak lagi menjadi hambatan bagi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik, sehingga para petani di Kabupaten Luwu Timur dapat bekerja dengan lebih mudah dan produktif.
Alimin/LRP













