Luwu Timur, Luwurayapos.com – Capaian Kabupaten Luwu Timur yang masuk dalam lima besar daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni sebesar 5,52 persen pada Maret 2026, mendapat apresiasi dari Ketua PP IPMA Lutim, Andika Pratama Putra.
Andika menilai, capaian tersebut merupakan perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka statistik, melainkan juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Ibas–Puspa atas berbagai upaya dalam memperkuat perlindungan sosial, mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi perekonomian masyarakat.
“Penurunan angka kemiskinan merupakan kemajuan yang patut kita syukuri. Namun, pembangunan yang progresif tidak boleh berhenti pada angka statistik. Pembangunan harus menjadi jalan menuju keadilan ekonomi, di mana setiap masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkembang, dan menikmati hasil pembangunan,” ujar Andika.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan adalah memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam, pertumbuhan industri, dan kemajuan ekonomi daerah berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk petani, pelaku UMKM, masyarakat pedesaan, serta kelompok rentan yang masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan taraf hidup.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang dicapai, tetapi juga tentang seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat. Jangan sampai kemajuan daerah hanya terlihat dari angka, sementara masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraannya,” tegasnya.
Andika juga menilai bahwa pemerataan kesempatan ekonomi perlu terus menjadi perhatian dalam arah kebijakan pembangunan Kabupaten Luwu Timur. Penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, dukungan terhadap sektor pertanian, serta perlindungan sosial yang tepat sasaran merupakan sejumlah langkah yang penting untuk terus didorong.
Baginya, capaian penurunan angka kemiskinan harus menjadi pijakan untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat perlu memastikan bahwa setiap potensi mendapatkan ruang untuk berkembang dan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
“Luwu Timur harus melampaui sekadar capaian angka kemiskinan. Kita perlu meneguhkan masa depan yang inklusif, di mana setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat,” ungkapnya.
Ia berharap, capaian positif tersebut dapat menjadi motivasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Luwu Timur yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Keadilan ekonomi adalah fondasi, kesejahteraan rakyat adalah tujuan, dan masa depan yang inklusif adalah cita-cita bersama untuk Bumi Batara Guru,” tutup Andika Pratama Putra.
Andika pratama putra
ketua PP IPMA LUTIM
(LRP)
Ketua PP IPMA Lutim: Capaian Penurunan Kemiskinan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat













